-
Donald Trump memberikan ancaman keras kepada Iran melalui unggahan gambar AI yang sangat provokatif.
-
Kebuntuan negosiasi nuklir menyebabkan blokade Selat Hormuz terus berlanjut dan mengganggu jalur perdagangan.
-
Harga minyak dunia meroket tajam akibat ketidakpastian pasokan energi dan tensi politik Washington.
Suara.com - Perang di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Donald Trump meluncurkan peringatan agresif kepada Iran.
Presiden Amerika Serikat tersebut secara terbuka meminta Iran untuk segera mengubah sikap diplomasi mereka melalui platform Truth Social.
Dikutip dari CNBC, sikap konfrontatif ini muncul di tengah kebuntuan negosiasi nuklir dan krisis penutupan jalur maritim yang krusial.
Narasi keras Trump diperkuat dengan unggahan visual hasil kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya memegang senjata.
Gambar tersebut dilengkapi dengan pesan tegas yang menandakan berakhirnya periode diplomasi lunak Amerika Serikat.
“Iran tidak bisa mengatur diri mereka sendiri. Mereka tidak tahu cara menandatangani kesepakatan non-nuklir. Mereka lebih baik segera menjadi pintar!” tulis Trump.
Langkah ini diambil tepat setelah Trump membatalkan agenda perjalanan tim negosiator Amerika Serikat ke Islamabad.
Pembatalan tersebut mempertegas posisi Gedung Putih yang enggan berkompromi pada persyaratan yang diajukan oleh pihak Teheran.
Trump merasa posisi tawar Amerika Serikat saat ini jauh lebih kuat dibandingkan negara lawannya tersebut.
Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz dan Siapkan Senjata Rahasia untuk Hadapi Blokade Amerika Serikat
“Kita memegang semua kartu,” tegas sang Presiden saat memberikan keterangan resmi kepada Fox News.
Pihak Iran sebenarnya telah mengajukan syarat untuk membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz yang strategis.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi bahwa Teheran meminta pencabutan blokade pelabuhan sebagai imbal balik.
“Mereka bisa datang kepada kita, atau mereka bisa menelepon kita,” tambah Trump mengenai mekanisme komunikasi selanjutnya.
Namun, tawaran Iran untuk menunda pembahasan ambisi nuklir demi pembukaan jalur laut ditolak oleh pihak Washington.
Ketidaksenangan Trump terhadap proposal tersebut membuat rencana serangan balik diplomatik kini tengah dipersiapkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal
-
Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
-
Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai
-
May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi
-
Singgung Aparat Belum Paham KUHAP Baru! Habiburokhman Siap Jadi Penjamin Aktivis Buruh yang Ditahan
-
Bawa Sejarah Kaum Nabi Luth, Amien Rais Desak Prabowo Jauhi dan Pecat Teddy Indra Wijaya
-
Tempati Huntara, Warga Lubuk Sidup Kembali Menata Harapan dan Kehidupan Pasca Bencana
-
Sisi Lain May Day 2026: Massa Gelar Pertandingan Bola Plastik di Depan Gedung DPR
-
Kuliah Umum di USU, Wamendagri Tekankan Pentingnya Ideologi & Strategi dalam Kepemimpinan Daerah
-
Kasbi Ungkap Ada Intimidasi dan Doxing Usai Sampaikan Seruan Aksi May Day