- Konsorsium Pembaruan Agraria memilih unjuk rasa di depan Gedung DPR RI daripada menghadiri acara May Day di Monas.
- Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas belum terselesaikannya persoalan buruh, petani, nelayan, dan aktivis perempuan nasional.
- Pemerintah dinilai masih represif terhadap petani dan masyarakat adat di berbagai daerah dalam konflik sengketa lahan tanah.
Suara.com - Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mengungkapkan alasan tidak bergabung dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Monas bersama Presiden Prabowo Subianto.
Sekretaris Jenderal KPA, Dewi Kartika, menyampaikan bahwa pihaknya lebih memilih untuk melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI dan menyampaikan kritik.
Ia menegaskan bahwa persoalan buruh, petani, nelayan, dan pekerja perempuan belum terselesaikan oleh pemerintah sehingga KPA tidak mengikuti May Day Fiesta di Monas.
“Untuk itulah, May Day kali ini, bersama gerakan rakyat, Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK), KPA bersama serikat petani memilih untuk tetap turun ke jalan memperingati Hari Buruh Internasional,” kata Dewi di atas mobil komando, Jumat (1/5/2026).
Menurut dia, saat ini masih banyak petani yang mengalami tindakan represif saat mempertahankan tanahnya, nelayan yang dirugikan, serta aktivis pejuang hak tanah yang ditangkap.
“Jika kami menghitung sejak 24 September 2025, ketika kami turun ke jalan memperingati Hari Tani Nasional, hingga May Day hari ini, tercatat sudah 22 orang petani dan masyarakat adat yang ditembak karena mempertahankan tanahnya,” tutur Dewi.
Ia menyebut petani dan masyarakat adat di Bengkulu Selatan, Jambi, Wadas, dan Bandung mengalami penembakan karena pendekatan pemerintah dinilai masih represif, disertai intimidasi oleh aparat keamanan.
“Sudah 272 petani bersama masyarakat adat mengalami kekerasan fisik karena memperjuangkan hak atas tanahnya dan sudah 450 petani bersama masyarakat adat ditangkap karena mempertahankan kampung dan tanahnya, kawan-kawan semuanya,” ungkap Dewi.
“Oleh karena itu, di May Day tahun ini, kita menyatakan tetap melawan kapitalisme,” tandasnya.
Baca Juga: Aksi May Day di Monas 'Banjir' Sembako dari Istana
Berita Terkait
-
Aksi May Day di Monas 'Banjir' Sembako dari Istana
-
Imbas May Day di DPR, Pintu Keluar Tol Slipi Ditutup: Cek Rute Alternatif Tomang-Tanjung Duren
-
Cerita Ibu Buruh di May Day, Ajak Anak ke Tengah Aksi
-
Petani Kena Imbas UU Ciptaker, Aliansi GEBRAK: Tentara Sekarang Ikut Tanam Jagung!
-
Peringati May Day: Massa Buruh Seragam Merah Gotong 'Rudal' Raksasa ke Gerbang DPR!
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
-
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG
-
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
-
BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan
-
Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD
-
Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan
-
Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini
-
Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan
-
Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya