- Polda Metro Jaya meningkatkan status kasus tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur ke tahap penyidikan karena ditemukan indikasi pidana.
- Insiden tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pada 27 April 2026 tersebut menyebabkan 16 orang meninggal dunia.
- Penyidik telah memeriksa 24 saksi termasuk jajaran operasional PT KAI serta mengumpulkan bukti pendukung dari lokasi kejadian perkara.
Suara.com - Polda Metro Jaya resmi meningkatkan status perkara kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.
Peningkatan status ini dilakukan setelah penyidik menemukan indikasi pidana dalam insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek yang menewaskan 16 orang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa penyidikan kasus ini ditangani oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
“Proses penyelidikan dan penyidikan, ditangani oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” ujar Budi kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).
Hingga saat ini, polisi telah memeriksa total 24 saksi. Sebanyak 7 orang di antaranya merupakan jajaran operasional PT KAI yang dimintai keterangan pada hari ini.
“Pertama adalah Kapusdal, yang kedua PPKA, ketiga petugas sinyal. Keempat masinis KRL Commuter, kelima masinis Argo Bromo Anggrek, yang keenam asisten masinis Argo Bromo Anggrek, dan yang ketujuh pengendali,” beber Budi.
Penyidik saat ini juga tengah melakukan pendalaman intensif melalui berbagai metode pengumpulan bukti.
“Dan ini sudah naik tingkat penyidikan, tahap penyidikan. Ini sudah dilakukan cek TKP, pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti, serta pendalaman CCTV,” jelas Budi.
Sebagai informasi, insiden tabrakan terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.52 WIB. KRL jurusan Cikarang PLB 5568A yang sedang berhenti di KM 28+920 ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.
Baca Juga: Kemenhub Tak Urus Prasarana Kereta Api Lagi, Diserahkan ke KAI
Peristiwa yang awalnya dipicu taksi listrik Green SM mogok ini mengakibatkan 16 orang meninggal dunia, sementara 90 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 46 korban masih dalam penanganan medis di rumah saki
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Cek Rute Alternatif! Ini 10 Ruas Jalan yang Ditutup Saat Rombongan Presiden Jerman Melintas
-
Awas Macet! Ribuan Aparat Gabungan Kawal Demo Mahasiswa Hari Ini: DPR hingga Monas Dijaga Ketat
-
Aksi Demo Bertajuk 'GATAL', GMNI Kepung DPR Siang Ini: Rezim Prabowo-Gibran Gagal Total!
-
Demo di Istana Siang Ini! Mahasiswa UBK Bawa 6 Tuntutan: Stop MBG hingga Tolak Militerisme
-
AS dan Iran Sepakati Gencatan Senjata, Donald Trump: Biarkan Minyak Mengalir!
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia
-
Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi
-
Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan