News / Internasional
Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:52 WIB
Ilustrasi warga AS (VOA Indonesia)
Baca 10 detik
  • Menlu Iran Abbas Araghchi menuduh Pentagon menyembunyikan biaya nyata perang Amerika Serikat terhadap Iran yang mencapai 100 miliar dolar.
  • Araghchi menyatakan konflik tersebut membebani setiap rumah tangga di Amerika Serikat sebesar 500 dolar AS setiap bulannya.
  • Klaim Iran menyebutkan total kerugian ekonomi Amerika Serikat empat kali lebih besar dibandingkan laporan resmi pihak Pentagon.

Suara.com - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh Pentagon menyembunyikan biaya sebenarnya dari perang Amerika Serikat melawan Iran.

Araghchi mengklaim konflik tersebut telah membebani warga Amerika hingga sekitar 500 dolar AS atau setara Rp8 juta per bulan untuk setiap rumah tangga.

Dalam pernyataannya di media sosial X, Araghchi menyebut total biaya perang yang ditanggung Washington telah mencapai 100 miliar dolar AS atau lebih dari Rp1.600 triliun. Menurut dia, angka itu empat kali lebih besar dibanding klaim resmi pemerintah AS.

“Pentagon berbohong. Taruhan Netanyahu telah membuat Amerika merugi 100 miliar dolar sejauh ini, empat kali lipat dari yang diklaim,” tulis Araqchi seperti dikutip Tasnim News.

Araqchi juga menyindir kedekatan Washington dengan Israel dalam konflik tersebut.

“Israel First selalu berarti America Last,” ujarnya, merujuk pada dukungan penuh AS terhadap operasi militer bersama Israel terhadap Iran.

Tudingan itu muncul setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dalam sidang Kongres menyebut biaya perang baru mencapai 25 miliar dolar AS atau sekitar Rp400 triliun.

Pentagon menyatakan pengeluaran itu terutama berasal dari penggunaan amunisi, pengerahan pasukan ke Timur Tengah, dan kerusakan peralatan tempur.

Saat ditanya soal beban terhadap pembayar pajak, Hegseth menjawab, “Berapa harga yang layak untuk memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir?”

Baca Juga: Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun

Hingga kini Pentagon belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan terbaru dari Iran.

Namun Washington sebelumnya telah menolak klaim Teheran mengenai besarnya kerugian ekonomi maupun militer akibat perang.

Load More