- Iran menyerahkan proposal negosiasi kepada Amerika Serikat melalui mediator Pakistan pada Jumat, 1 Mei 2026 di Teheran.
- Langkah diplomasi tersebut bertujuan memecah kebuntuan konflik di tengah ancaman serangan militer dari pihak Amerika Serikat.
- Kabar perundingan ini berdampak positif bagi ekonomi dengan penurunan harga minyak dunia di pasar energi global.
Suara.com - Iran dikabarkan mengirim proposal negosiasi terbaru kepada Amerika Serikat melalui mediator Pakistan di tengah meningkatnya kekhawatiran atas potensi serangan militer baru dari Washington.
Langkah ini dinilai sebagai upaya terbaru Teheran untuk memecah kebuntuan dalam konflik Iran dengan AS dan Israel.
Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, mengonfirmasi proposal tersebut telah diserahkan kepada pihak Pakistan pada Jumat (1/5/2026).
Namun, Teheran belum mengungkap isi rinci dari tawaran terbaru itu.
Pengiriman proposal langsung memengaruhi pasar energi global.
Harga minyak dunia yang sebelumnya melonjak akibat blokade Iran di Selat Hormuz dilaporkan turun setelah kabar negosiasi baru tersebut muncul.
Belum diketahui apakah proposal Iran sudah diteruskan ke pemerintahan Presiden Donald Trump.
Sebelumnya, sejumlah laporan menyebut Trump tengah mempertimbangkan opsi serangan militer baru guna memaksa Iran kembali ke meja perundingan.
Pejabat senior Iran kepada Reuters menyebut Teheran telah mengaktifkan sistem pertahanan udara dan menyiapkan respons besar jika diserang.
Baca Juga: Biaya Perang Iran Tembus Rp1600 T, Warga AS Bayar Mahal: Rp8 Juta per Bulan per Rumah
Iran memperkirakan serangan singkat namun intens dari AS dan Israel dapat terjadi sewaktu-waktu.
Di sisi lain, laporan Axios menyebut militer AS menyiapkan skenario operasi darat untuk merebut sebagian Selat Hormuz demi membuka kembali jalur perdagangan minyak dunia.
Gedung Putih sejauh ini belum memberikan konfirmasi maupun bantahan.
Sebelumnya, Trump menyatakan tidak puas dengan proposal negosiasi Iran yang diajukan sebelumnya.
Meski demikian, Pakistan hingga kini belum menetapkan jadwal baru untuk pertemuan antara kedua pihak.
Berita Terkait
-
Biaya Perang Iran Tembus Rp1600 T, Warga AS Bayar Mahal: Rp8 Juta per Bulan per Rumah
-
Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun
-
Balas Ancaman Trump, Panglima Militer Tegaskan Jari Tentara Iran Sudah di Pelatuk
-
Donald Trump Tantrum Dikritik Kanselir Merz, 5000 Pasukan AS Ditarik dari Jerman
-
Korban Sipil Perang AS-Israel vs Iran Terus Bertambah, 44 Pelaut Dilaporkan Tewas
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Iran Keluarkan Ancaman Kalau Donald Trump Bohong dengan Perjanjian Damai
-
BTN dan Rumah123 Perkuat Ekosistem Properti Digital, Permudah Akses KPR dan Hunian
-
Memanas, Proses Pengosongan Lahan Hotel Sultan Diwarnai Aksi Lempar Batu
-
Bicara Rokok Murah untuk Warga Miskin Anggota DPR PAN Kena Semprot Forum Konsumen
-
Negara Rebut Paksa Lahan GBK dari Swasta, Minta 15 Bangunan Dikosongkan Serentak
-
Sempat Absen, Bos Maktour Fuad Datangi KPK untuk Diperiksa Kasus Haji
-
Kivlan Zen Ikut Kawal Eksekusi Hotel Sultan: Aparat Jangan Represif, Saya Juga Mantan Prajurit
-
Nyanyian Bos Blueray Seret Nama Dirjen Bea Cukai, KPK: Tak Akan Kami Lepaskan Begitu Saja!
-
Unik, Perjanjian Damai AS - Iran Dibuat dengan 2 Bahasa Ini
-
Kata-kata Donald Trump Akhirnya Perang dengan Iran Berakhir: Ini Tidak...