- Pentagon melaporkan biaya konflik militer dengan Iran di Timur Tengah mencapai $25 miliar untuk pengadaan amunisi perang.
- Konflik yang dimulai sejak 28 Februari tersebut menyebabkan 13 tentara AS tewas serta memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.
- Dampak ekonomi dan korban jiwa menurunkan dukungan publik terhadap Presiden Trump menjadi 34 persen menjelang pemilu sela.
Suara.com - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) akhirnya merilis estimasi resmi pertama mengenai biaya militer dalam konflik bersenjata dengan Iran.
Dalam pernyataan di hadapan Kongres pada Rabu waktu setempat, pejabat senior Pentagon mengungkapkan bahwa perang tersebut sejauh ini telah menelan biaya sebesar $25 miliar (sekitar Rp406 triliun).
Anggaran yang setara dengan total dana tahunan badan antariksa NASA ini memicu perdebatan sengit di Capitol Hill. Isu ini mencuat di saat Partai Republik, di bawah Presiden Donald Trump, tengah berjuang mempertahankan mayoritas kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjelang pemilu sela enam bulan ke depan.
Pelaksana tugas Komisioner Pentagon, Jules Hurst, menjelaskan kepada Komite Angkatan Bersenjata DPR bahwa sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk kebutuhan amunisi.
Namun, Hurst tidak merinci apakah angka $25 miliar itu sudah mencakup biaya perbaikan infrastruktur pangkalan AS di Timur Tengah yang harian rusak akibat konflik.
Angka ini juga memicu tanda tanya terkait transparansi data. Pasalnya, laporan internal sebelumnya menyebutkan bahwa enam hari pertama perang saja diperkirakan telah menelan biaya hingga $11,3 miliar.
"Saya senang Anda akhirnya menjawab pertanyaan itu. Kami sudah menanyakannya sejak lama, dan tidak ada yang mau memberikan angka pasti," cetus Anggota DPR dari Fraksi Demokrat, Adam Smith, menanggapi laporan Hurst, dikutip via Reuters.
"Berapa Harga yang Layak?" Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, pasang badan membela anggaran fantastis tersebut.
Dalam pernyataan yang berapi-api, Hegseth menegaskan bahwa biaya tersebut sepadan dengan tujuan strategis AS yang ngotot ingin membuktikan senjata nuklir Iran.
Baca Juga: Temui Menlu Iran, Putin Sebut Siap Mediasi Konflik di Timur Tengah
"Berapa harga yang bersedia Anda bayar untuk memastikan Iran tidak mendapatkan bom nuklir? Berapa?" tantang Hegseth kepada para anggota dewan.
Dampak Ekonomi dan Politik di Dalam Negeri
Perang yang dimulai sejak serangan udara 28 Februari lalu ini telah membawa dampak sistemik bagi warga Amerika Serikat:
- Korban Jiwa: Sebanyak 13 tentara AS tewas dan ratusan lainnya luka-luka.
- Krisis Energi: Gangguan pengiriman minyak dan gas menyebabkan harga BBM di AS menyentuh level tertinggi dalam empat tahun terakhir.
- Inflasi: Lonjakan harga pupuk dan produk pertanian menambah daftar panjang kenaikan harga kebutuhan pokok bagi konsumen.
Kondisi ini memukul popularitas Presiden Donald Trump. Berdasarkan jajak pendapat terbaru dari Reuters/Ipsos, tingkat dukungan publik terhadap konflik Iran terus merosot, kini hanya berada di angka 34%.
Berita Terkait
-
Pejabat Sepak Bola Iran Ditolak Masuk Kanada Jelang Kongres FIFA
-
Kedaulatan Terancam? Akademisi Kompak Kritisi Kebijakan Akses Militer Asing di Langit Indonesia
-
Pentagon Spill Biaya Perang Iran Tembus Rp 400 Triliun, Amerika Berkilah Operasi Tidak Gagal
-
UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?
-
Viral Polisi Sita Mobil Sport Rp1 Miliar Gegara Pengemudi Mabuk di Jalan
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?
-
Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur
-
DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah
-
Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya
-
Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS
-
Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'
-
Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal
-
Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite
-
Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?