-
AS memulai Project Freedom untuk mengawal kapal komersial keluar dari blokade Iran di Selat Hormuz.
-
Donald Trump mengancam akan menggunakan kekuatan militer penuh jika navigasi kapal tersebut diganggu Iran.
-
Operasi ini diklaim sebagai misi kemanusiaan untuk menyelamatkan kru kapal yang terjebak konflik.
"Jika, dengan cara apa pun, proses kemanusiaan ini diganggu, gangguan tersebut, sayangnya, harus ditangani dengan kekuatan," tegasnya.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai apakah pergerakan militer Amerika Serikat ini telah dikomunikasikan secara rahasia dengan pihak Teheran.
Pejabat tinggi di Iran sendiri masih memilih untuk bungkam dan belum memberikan tanggapan publik terkait ancaman serangan militer Amerika tersebut.
Trump sempat menuliskan pesan melalui media sosialnya bahwa komunikasi antara perwakilan kedua negara sebenarnya tengah berada dalam fase yang produktif.
Ia optimis bahwa pembicaraan yang sedang berlangsung saat ini dapat menghasilkan solusi damai yang menguntungkan bagi stabilitas kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, dokumen draf kesepakatan terbaru untuk mengakhiri perang telah dikirimkan oleh pihak Washington sebagai respons atas usulan sebelumnya dari Iran.
Krisis di Selat Hormuz bermula ketika Iran memutuskan untuk menutup total jalur pelayaran internasional tersebut sebagai bagian dari strategi perang mereka.
Penutupan ini berdampak pada puluhan kapal komersial dari berbagai negara yang terjebak di tengah laut tanpa bisa melanjutkan perjalanan atau kembali ke pelabuhan asal.
Project Freedom muncul sebagai jawaban Amerika Serikat untuk memecah kebuntuan distribusi logistik global meskipun dibayangi risiko perang skala besar.
Baca Juga: Proposal Iran Desak Penarikan Pasukan AS dan Pencabutan Blokade Selat Hormuz
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
KPK Kembali Periksa Staf Ahli Eks Menhub, Dalami Peran di Kasus Rel Kereta
-
Apa Itu Hantavirus? Virus Langka yang Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar
-
AS Bangun Pangkalan Pesawat Tempur Raksasa di Alaska Senilai Rp121 Triliun
-
Sisi Gelap Kafe dan Restoran Mewah di Gaza
-
4 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Aplikasi, Simple Bisa Periksa Lewat HP
-
Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Atlantik, 3 Penumpang Dilaporkan Tewas
-
CSIS Soroti 5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Dinilai Tanda Ketidakstabilan
-
Pergerakan Pesawat Militer AS Meningkat ke Timur Tengah, Sinyal Eskalasi Konflik?
-
Ancaman Keras Parlemen Iran ke Donald Trump, Intervensi Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata
-
KPK Panggil Lagi Eks Staf Ahli Budi Karya Sumadi dalam Kasus DJKA