Suara.com - Suasana haru mewarnai kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di lokasi rintisan Sekolah Rakyat (SR) di STIA LAN Pejompongan, Jakarta pada Rabu (22/4/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kesiapan penyelenggaraan, simulasi pembelajaran, dan calon siswa yang akan menjadi bagian dari program Sekolah Rakyat.
Salah satu calon siswa, Muhammad Al Jabar (15), asal Jakarta Timur, tak kuasa menahan tangis di pundak Seskab Teddy saat berdialog dan menceritakan latar belakang hidup.
“Perkenalkan nama saya Muhammad Al Jabar. Saya asli Jakarta Timur,” ujarnya.
Dengan suara lirih, ia menyampaikan keinginannya kepada Seskab Teddy. “Saya ingin sekolah, Pak…" ujar Al sambil menangis dan tak kuasa menyandarkan kepalanya ke pundak Teddy.
Al Jabar belum pernah bersekolah semenjak kecil dikarenakan keterbatasan ekonomi keluarga. Ia juga menyampaikan kondisi keluarganya. Al merupakan anak ke 5 dari 6 bersaudara. Ibu Al Jabar bekerja sebagai buruh lepas dan Ayahnya sudah meninggal.
Al bercerita, kesehariannya dihabiskan di jalanan untuk mengamen dan mencari uang bersama sang adik, Annas Al-Fatih (12), di lampu merah area Klender, Jakarta Timur.
“Adek hanya sampai PAUD saja sekolahnya,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, Al merupakan bagian dari 77 calon siswa yang dihadirkan. Mereka dijangkau melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional dan penelusuran langsung di lapangan, termasuk anak-anak yang sebelumnya tidak pernah bersekolah dan bekerja di jalanan.
Seskab Teddy kemudian menyemangati Al Jabar dan seluruh calon siswa lainnya.
Baca Juga: Wamensos Apresiasi Inisiatif Kudus dan Garut Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen
“Di sini adik-adik belajar yang baik, penginapan dan gizi yang baik. Bisa membanggakan keluarga, bisa tercapai semua cita-citanya,” ujarnya.
Teddy juga memastikan langsung keinginan Al untuk belajar.
“Mau belajar?” tanya Teddy.
“Mau, cita-citaku jadi polisi," ucap Al Jabar.
Tak kuasa Al terus menangis dan dipeluk Seskab Teddy dengan erat.
Dalam kesempatan tersebut, Seskab Teddy turut berdialog langsung dengan calon siswa lain. Dia berbincang dengan Gonzales, yang sebelumnya putus sekolah di kelas 5 SD dan bercita-cita menjadi anggota TNI.
Berita Terkait
-
Sepatu Sekolah Rakyat Merk Apa? Dianggarkan Sampai Rp700 Ribu per Pasang
-
Berapa Harga Sepatu Stradenine? Bukan Rp700 Ribuan, Ini Faktanya
-
Brand Stradenine Klarifikasi Isu Keterlibatan di Program Sepatu Sekolah Rakyat Rp700 Ribu per Pasang
-
Stradenine Punya Siapa? Brand Lokal Bantah Terlibat Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat
-
Kronologi Sepatu 'Sekolah Rakyat' Rp27 M Viral, Hingga Klarifikasi Gus Ipul dan Stradenine
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!