News / Internasional
Selasa, 05 Mei 2026 | 15:23 WIB
Simak profil lengkap Timnas Tunisia di Piala Dunia. Mengulas taktik Jalel Kadri, peran Wahbi Khazri, hingga misi Elang Kartago lolos dari fase grup untuk pertama kali. (FIFA)
Baca 10 detik
  • Suporter memprotes tarif transportasi Piala Dunia 2026 di New Jersey yang melonjak hingga 1.000 persen.

  • New Jersey dan Boston menaikkan ongkos kereta secara drastis dengan alasan menutupi biaya operasional.

  • FIFA dan Pemerintah New Jersey saling tuding terkait tanggung jawab pembiayaan transportasi bagi penonton.

Tidak semua kota di Amerika Serikat menerapkan kebijakan komersialisasi transportasi yang agresif terhadap para pendukung tim nasional peserta piala dunia.

Philadelphia, Seattle, dan Los Angeles memilih untuk mempertahankan struktur tarif normal bagi para pengguna transportasi publik selama masa turnamen berlangsung.

Beberapa wilayah tersebut bahkan memberikan kompensasi berupa perjalanan gratis untuk satu arah demi memudahkan pergerakan massa di area sekitar stadion.

Perbedaan kebijakan ini memicu perdebatan mengenai komitmen setiap negara bagian dalam menyambut tamu internasional tanpa motif keuntungan semata.

Kota-kota yang tidak menaikkan tarif umumnya memiliki keunggulan lokasi stadion yang berada di jalur rutin kereta bawah tanah atau metro.

NJ Transit dan otoritas Boston berdalih kenaikan biaya diperlukan untuk menutup pengeluaran ekstra terkait tenaga kerja, keamanan, dan jadwal layanan tambahan.

CEO NJ Transit, Kris Kolluri, mengungkapkan bahwa instansinya saat ini tengah menghadapi masalah keuangan yang cukup serius bagi operasional mereka.

“Yang kami coba lakukan hanyalah memulihkan biaya operasional,” katanya kepada FT.

Namun, argumen ini dipatahkan oleh fakta bahwa sistem transit Philadelphia tetap mampu menggratiskan tiket pulang melalui skema kemitraan sponsor pihak ketiga.

Baca Juga: Okupansi Hotel Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Anjlok Drastis, Banyak Pembatalan

Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill, justru menunjuk hidung FIFA sebagai penyebab utama tingginya beban biaya yang harus ditanggung oleh pemerintah daerah.

“Kami mewarisi perjanjian di mana FIFA memberikan $0 untuk transportasi ke Piala Dunia,” tulis Sherrill di platform X.

Ia menambahkan, “Dan sementara NJ TRANSIT terjebak dengan tagihan $48 juta untuk membawa penggemar ke dan dari pertandingan dengan aman, FIFA menghasilkan $11 miliar.”

Pihak FIFA sendiri mengaku terkejut dengan pernyataan tersebut dan mengklaim telah memberikan kelonggaran bagi kota tuan rumah untuk memungut biaya sesuai modal.

Terlepas dari perselisihan tersebut, analisis ekonomi memprediksi dampak pertumbuhan jangka panjang dari turnamen ini terhadap kota penyelenggara mungkin akan sangat terbatas.

“Perbedaan antara berapa banyak yang dihasilkan FIFA dan berapa biaya yang dikeluarkan kota tuan rumah [untuk menyelenggarakan Piala Dunia],” kata Evain, adalah masalah utama.

Load More