-
Suporter memprotes tarif transportasi Piala Dunia 2026 di New Jersey yang melonjak hingga 1.000 persen.
-
New Jersey dan Boston menaikkan ongkos kereta secara drastis dengan alasan menutupi biaya operasional.
-
FIFA dan Pemerintah New Jersey saling tuding terkait tanggung jawab pembiayaan transportasi bagi penonton.
Tidak semua kota di Amerika Serikat menerapkan kebijakan komersialisasi transportasi yang agresif terhadap para pendukung tim nasional peserta piala dunia.
Philadelphia, Seattle, dan Los Angeles memilih untuk mempertahankan struktur tarif normal bagi para pengguna transportasi publik selama masa turnamen berlangsung.
Beberapa wilayah tersebut bahkan memberikan kompensasi berupa perjalanan gratis untuk satu arah demi memudahkan pergerakan massa di area sekitar stadion.
Perbedaan kebijakan ini memicu perdebatan mengenai komitmen setiap negara bagian dalam menyambut tamu internasional tanpa motif keuntungan semata.
Kota-kota yang tidak menaikkan tarif umumnya memiliki keunggulan lokasi stadion yang berada di jalur rutin kereta bawah tanah atau metro.
NJ Transit dan otoritas Boston berdalih kenaikan biaya diperlukan untuk menutup pengeluaran ekstra terkait tenaga kerja, keamanan, dan jadwal layanan tambahan.
CEO NJ Transit, Kris Kolluri, mengungkapkan bahwa instansinya saat ini tengah menghadapi masalah keuangan yang cukup serius bagi operasional mereka.
“Yang kami coba lakukan hanyalah memulihkan biaya operasional,” katanya kepada FT.
Namun, argumen ini dipatahkan oleh fakta bahwa sistem transit Philadelphia tetap mampu menggratiskan tiket pulang melalui skema kemitraan sponsor pihak ketiga.
Baca Juga: Okupansi Hotel Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Anjlok Drastis, Banyak Pembatalan
Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill, justru menunjuk hidung FIFA sebagai penyebab utama tingginya beban biaya yang harus ditanggung oleh pemerintah daerah.
“Kami mewarisi perjanjian di mana FIFA memberikan $0 untuk transportasi ke Piala Dunia,” tulis Sherrill di platform X.
Ia menambahkan, “Dan sementara NJ TRANSIT terjebak dengan tagihan $48 juta untuk membawa penggemar ke dan dari pertandingan dengan aman, FIFA menghasilkan $11 miliar.”
Pihak FIFA sendiri mengaku terkejut dengan pernyataan tersebut dan mengklaim telah memberikan kelonggaran bagi kota tuan rumah untuk memungut biaya sesuai modal.
Terlepas dari perselisihan tersebut, analisis ekonomi memprediksi dampak pertumbuhan jangka panjang dari turnamen ini terhadap kota penyelenggara mungkin akan sangat terbatas.
“Perbedaan antara berapa banyak yang dihasilkan FIFA dan berapa biaya yang dikeluarkan kota tuan rumah [untuk menyelenggarakan Piala Dunia],” kata Evain, adalah masalah utama.
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama dengan jumlah peserta terbanyak, namun persiapannya diwarnai kritik tajam soal biaya hidup bagi turis.
Masalah tarif transportasi di New Jersey dan Boston menjadi sorotan karena kedua kota tersebut merupakan titik krusial, di mana New Jersey akan menjadi lokasi pertandingan final.
Ketegangan antara pemerintah lokal dan FIFA mencerminkan ketidakseimbangan beban finansial dalam penyelenggaraan ajang olahraga global yang sering kali merugikan anggaran publik daerah demi keuntungan komersial federasi internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia