-
Iran memperingatkan Amerika Serikat dan UEA untuk menghentikan provokasi militer di wilayah Selat Hormuz.
-
Fasilitas minyak di Fujairah terbakar akibat serangan drone Iran di tengah ketidakpastian gencatan senjata.
-
Menlu Abbas Araghchi menegaskan solusi militer di perairan strategis tersebut hanya akan berakhir buntu.
Suara.com - Upaya diplomasi di Timur Tengah terancam runtuh setelah Iran secara terbuka menolak keterlibatan militer asing di wilayahnya.
Abbas Araghchi menekankan bahwa pengerahan kekuatan bersenjata tidak akan pernah menjadi jawaban atas kebuntuan politik saat ini.
Dikkutip dari Sputnik, kehadiran militer Amerika Serikat dan langkah Uni Emirat Arab dinilai hanya akan memperburuk situasi keamanan di jalur perairan tersebut.
Pakistan sebenarnya tengah mengupayakan mediasi, namun bayang-bayang kegagalan negosiasi terus menghantui stabilitas kawasan Teluk.
Iran mendesak semua pihak untuk tetap pada jalur dialog agar tidak terjebak dalam kepentingan aktor-aktor tertentu.
Teheran secara resmi menyatakan penolakan terhadap inisiatif "Project Freedom" yang diusung oleh pemerintah Washington baru-baru ini.
Strategi Amerika Serikat untuk mengawal kapal komersial di Selat Hormuz disebut sebagai rencana yang tidak memiliki masa depan.
"Peristiwa di Hormuz memperjelas bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis politik. Dengan adanya pembicaraan yang mengalami kemajuan lewat upaya baik Pakistan, Amerika harus waspada agar tidak terseret kembali ke dalam kubangan oleh pihak-pihak yang berniat buruk; begitu pula UEA," kata Araghchi di platform X, Selasa.
Pernyataan keras ini muncul tepat setelah eskalasi fisik kembali pecah di wilayah pesisir Uni Emirat Arab.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Tak Aman? Pakar Keamanan Ungkap Ancaman Nyata di AS dan Meksiko
Aksi saling serang ini menjadi noda pertama bagi kesepakatan damai yang sebelumnya diharapkan bisa bertahan lama.
Militer Iran meluncurkan rentetan serangan rudal dan pesawat nirawak yang menargetkan titik-titik vital di wilayah kedaulatan UEA.
Gelombang serangan udara ini merupakan respon langsung atas dinamika keamanan yang dianggap merugikan posisi tawar pihak Iran.
Otoritas pertahanan Uni Emirat Arab melaporkan telah menembak jatuh 15 rudal balistik serta empat unit drone pengintai.
Meskipun sistem pertahanan udara bekerja maksimal, dampak kerusakan fisik tetap terjadi pada fasilitas infrastruktur energi di pesisir timur.
Zona Industri Minyak Fujairah mengalami insiden kebakaran hebat setelah salah satu fasilitasnya terkena hantaman drone peledak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh
-
Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi
-
Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi
-
Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga
-
Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya
-
KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'
-
Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!
-
Prabowo Hadiri Konvensi Sains, Beri Taklimat di Hadapan 2.600 Akademisi
-
Identik dengan Gajah, Analis Bongkar Alasan Jokowi Pilih Lampung Jadi Target Safari Politik