- Wamen PPPA Veronica Tan memprioritaskan pelatihan serta sertifikasi guna meningkatkan profesionalisme bagi para Pekerja Rumah Tangga di Indonesia.
- Pemerintah tengah menyusun aturan turunan UU PPRT untuk menciptakan hubungan kemitraan profesional yang adil bagi pihak terkait.
- Kemen PPPA merancang kontrak kerja baku serta sistem jaminan sosial untuk menjamin perlindungan hukum bagi setiap PRT.
Suara.com - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas bagi Pekerja Rumah Tangga (PRT). Hal ini menjadi salah satu fokus dalam penyusunan aturan turunan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) yang baru saja disahkan.
Dalam dialog bersama Komunitas dan Sekolah PRT Sapu Lidi beberapa waktu lalu, Veronica menjelaskan bahwa sertifikasi dan pelatihan akan menjadi kunci untuk mendorong profesionalisme di ekosistem kerja domestik.
Menurutnya, program pelatihan dan sertifikasi itu dapat meningkatkan profesionalisme PRT yang pada akhirnya berbanding lurus dengan pemenuhan hak-hak mereka.
Langkah ini diambil agar hubungan antara pemberi kerja dan PRT tidak lagi sekadar hubungan informal, melainkan kemitraan profesional yang jelas. Veronica menekankan bahwa peraturan pelaksana yang tengah disusun harus bisa menjadi solusi bagi kedua belah pihak.
"Tugas kami di Kemen PPPA adalah memastikan peraturan turunan dari UU ini menjadi jembatan, bukan tembok. UU ini hadir untuk membangun sebuah kemitraan profesional yang berlandaskan kejelasan hak dan kewajiban, yang melindungi kedua belah pihak secara adil," ujar Veronica kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).
Selain fokus pada pelatihan dan sertifikasi, Kemen PPPA juga tengah menggodok dua poin krusial lainnya sebagai tindak lanjut pengesahan UU PPRT, yaitu merancang format kontrak yang sederhana namun memiliki kekuatan hukum bagi majikan dan PRT, serta kajian skema jaminan sosial dengan memastikan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan PRT tidak terputus meski mereka berpindah tempat kerja.
Veronica menambahkan bahwa masukan dari akar rumput, seperti yang disampaikan Komunitas Sapu Lidi, akan menjadi kompas dalam merumuskan aturan yang praktis.
"Ada harapan besar, namun juga ada kekhawatiran yang sah baik dari pemberi kerja maupun para PRT," pungkasnya.
Veronica berjanji bahwa pemerintah akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Menteri (Permen) agar tercipta lingkungan kerja yang bermartabat dan adil.
Baca Juga: Nyawa Murah di Balik Tembok Kos: Mengusut Tragedi PRT Loncat dari Lantai 4 di Jakarta
Berita Terkait
-
Nyawa Murah di Balik Tembok Kos: Mengusut Tragedi PRT Loncat dari Lantai 4 di Jakarta
-
Misteri Dua ART Lompat dari Kos Benhil, Polisi Periksa 9 Saksi
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
Sosok Majikan PRT Lompat di Benhil: Diduga Pengacara, Ponsel Korban Disebut Disita
-
Babak Baru Tragedi Benhil: Polisi Bidik Agen dan Majikan Buntut PRT Tewas Terjun dari Lantai 4!
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi