- Kodim 0623 Cilegon meresmikan program pipanisasi TMMD ke-128 untuk mengairi lahan pertanian petani di Panggungrawi, Kota Cilegon.
- Pipanisasi sepanjang satu kilometer ini mengakhiri beban biaya pembelian air yang ditanggung petani selama 25 tahun terakhir.
- Penyediaan air gratis ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas panen petani menjadi tiga kali dalam satu tahun ke depan.
Suara.com - Sebuah penantian panjang selama seperempat abad akhirnya berakhir bagi ratusan petani di Sukalila, Kelurahan Panggungrawi, Kota Cilegon akhirnya mendapat bantuan akses air lewat pipanisasi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0623 Cilegon.
Selama 25 tahun, mereka terpaksa harus membeli air untuk mengairi sawah. Namun, berkat program pipanisasi yang dikomandoi Kodim 0623 Cilegon penderitaan itu kini resmi berakhir, petani sekitar berpotensi bisa tiga kali panen dalam satu tahun.
Dandim 0623 Cilegon, Letkol Inf. Imam Buchori mengungkapkan, momen peresmian ini merupakan jawaban atas penantian panjang para petani selama puluhan tahun.
"Akhirnya, 25 tahun itu sudah terbayar hari ini. Jadi musim kemarau dan lain sebagainya, kita tidak perlu khawatir lagi," kata Dandim 0623 Cilegon.
Sebelum adanya proyek ini, tiga kelompok tani (poktan) di wilayah tersebut Adem Ayem, Adem Pikir, dan Samandaran selalu berada dalam posisi yang sulit.
"Dahulu, ketiga poktan ini terkendala dengan air." Mereka tidak punya pilihan selain membeli air dari pihak swasta, sebuah praktik yang menggerus keuntungan hasil panen mereka.
Bagi Dandim Imam Buchori, tujuan akhir dari program ini adalah kesejahteraan. Dengan menghilangkan biaya pembelian air, beban operasional petani akan berkurang drastis, yang secara langsung akan meningkatkan pendapatan mereka.
"Dengan adanya pipanisasi ini, alhamdulillah, kita bisa membantu petani untuk meningkatkan hasil panen. Dan yang paling penting, dengan tidak membeli air, itu akan mereduksi operasional dari petani dan otomatis akan meningkatkan kesejahteraan para petani," ujar Dandim.
Sementara itu, perwakilan Poktan Adem Ayem, Wasturi, membenarkan kondisi pahit yang dialaminya dan para petani di sekitar lokasi.
Baca Juga: Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber
"Petani selama 25 tahun mengandalkan air dengan membeli dari pengusaha air. Pembelian itu dibayar lewat kompensasi hasil garapan," paparnya.
Kini, dengan pipa sepanjang 1 kilometer yang mengaliri air dari Pamarayan, para petani tidak hanya mendapatkan air, tetapi juga harapan baru. Air yang mereka dapatkan kini sepenuhnya gratis.
"Alhamdulilah dengan pipanisasi yang diprakarsai Pak Kodim, kita petani merasakan manfaatnya. Khususnya bagi kelompok tani Adem Tani, Adem Pikir dan Samandaran," tutur Wasturi.
Harapan terbesar mereka kini adalah peningkatan produktivitas. Jika sebelumnya mereka hanya bisa panen dua kali setahun karena keterbatasan dan mahalnya air, kini mereka optimistis bisa melakukannya tiga kali.
"Yang tadinya petani 2 kali (Panen-red), mudah-mudahan untuk meningkatkan ketahapan pangan, bisa tiga kali. Karena sekarang air gratis sudah dialiri dari Pamarayan," ucapnya.
Turut hadir dalam agenda tersebut, Wali Kota Cilegon berterima kasih kepada Kodim 0623 Cilegon yang telah menjalankan program pipanisasi untuk petani Panggung Rawi. Sekarang, petani sudah tidak lagi pusing karena mendapatkan air secara gratis.
"Kami mengucapkan terima kasih. Karena program pipanisasi ini bermanfaat untuk masyarakat. Selama ini petani membeli air, alhamdulillah, dengan gagasan ini, masyarakat tidak lagi pusing membeli air," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber
-
Penampilan Denny Caknan Sukses Tutup HUT ke-27 Cilegon, Alun-Alun Dipadati Ribuan Masyarakat
-
10 Tahun Memprihatinkan, Prajurit TNI Kodim 0623 Cilegon dan Warga Perbaiki Musala di Langon
-
49 Siswa di Cilegon Diduga Keracunan MBG, Polisi Telusuri Sisa Makanan Hingga Darah Korban
-
Gaji Rp3,5 Juta Jadi Umpan: Perempuan Dijebak Sindikat Prostitusi Online di Cilegon
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi