- Polisi berhasil menangkap tersangka asusila berinisial AS asal Ponpes Ndolo Kusumo, Pati, di wilayah Wonogiri setelah sempat buron.
- Tersangka menggunakan jasa travel dan menghindari perangkat komunikasi untuk menghilangkan jejak digital serta fisik selama masa pelariannya.
- Kini tersangka telah dibawa ke Mapolresta Pati guna menjalani pemeriksaan mendalam terkait kasus dugaan pencabulan terhadap santri tersebut.
Diketahui, kiai AS terjerat kasus hukum setelah adanya laporan mengenai dugaan pencabulan terhadap santrinya.
Kasus ini memicu kemarahan publik di Pati dan sekitarnya, mengingat status tersangka sebagai tokoh yang seharusnya memberikan teladan moral.
Saat ini, Kiai AS telah dibawa kembali ke Mapolresta Pati untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi fokus mendalami motif pelariannya serta memastikan apakah ada pihak lain yang membantu tersangka selama bersembunyi di Wonogiri.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.
Dengan tertangkapnya Kiai AS, diharapkan fakta-fakta hukum dalam kasus ini dapat segera terungkap secara terang benderang di persidangan nantinya.
Berita Terkait
-
Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku
-
Jejak Pelarian Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati Berakhir di Wonogiri, Muka Lesu Tangan Diborgol
-
Sempat Buron, Detik-Detik Penangkapan Kiai Cabul di Pati Berlangsung Dramatis
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
7 Tips Memilih Pondok Pesantren yang Aman, Orangtua Perlu Perhatikan Hal Ini Demi Keamanan Anak
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun