- Hakim menghentikan sidang terdakwa Immanuel Ebenezer di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Kamis, 7 Mei 2026 demi melindungi psikologis anaknya.
- Mantan Wamenaker tersebut didakwa menerima gratifikasi uang miliaran rupiah serta satu unit motor Ducati selama menjabat di kementerian.
- Terdakwa juga diduga terlibat kasus pemerasan sistematis terkait pengurusan sertifikasi K3 di Kemnaker senilai total Rp6,5 miliar.
Noel pun menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.
"Terima kasih, Yang Mulia," jawab Noel sebelum putrinya melangkah keluar meninggalkan ruang sidang.
Dakwaan Gratifikasi Mewah dan Unit Ducati
Setelah insiden tersebut, persidangan kembali dilanjutkan dengan agenda inti yakni pemeriksaan terhadap Noel.
Diketahui, sosok yang pernah dikenal sebagai aktivis ini didakwa menerima gratifikasi dalam jumlah yang fantastis selama menjabat sebagai Wamenaker.
Dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa KPK sebelumnya, Noel disebut menerima uang tunai miliaran rupiah serta barang mewah yang diduga berkaitan dengan jabatannya.
“Terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan telah melakukan perbarengan beberapa tindak pidana yang harus dipandang sebagai tindak pidana yang berdiri sendiri, menerima gratifikasi yaitu terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan baik secara langsung maupun tidak langsung, telah menerima uang yang seluruhnya berjumlah Rp3.365.000.000,00 dan barang berupa 1 unit sepeda motor Ducati Scrambler warna biru dongker, yang berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya yaitu berhubungan dengan jabatan terdakwa,” kata jaksa KPK.
Uang dan motor gede (moge) tersebut diduga berasal dari setoran sejumlah ASN di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan serta pihak swasta yang berkepentingan dalam berbagai proyek di kementerian tersebut.
Skandal Pemerasan Sertifikasi K3 Senilai Rp6,5 Miliar
Baca Juga: Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget
Tak hanya gratifikasi, Noel juga terjerat dalam pusaran kasus pemerasan yang dilakukan secara berjamaah. Jaksa KPK mendakwa Noel bersama sejumlah pejabat dan staf di Kemnaker telah memaksa para pemohon sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk menyetorkan sejumlah uang.
Total nilai pemerasan dalam kasus ini mencapai Rp 6,5 miliar (Rp 6.522.360.000). Dari jumlah tersebut, Noel secara pribadi diduga menikmati uang sebesar Rp 70 juta hingga Rp 79 juta.
“Telah turut serta melakukan perbarengan beberapa Tindak Pidana yang harus dipandang sebagai Tindak Pidana yang berdiri sendiri, dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain, yaitu menguntungkan diri Terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan sebesar Rp 70 juta,” ujar jaksa.
Kasus ini menyeret banyak nama di lingkungan Ditjen Binwasnaker & K3. Jaksa merinci aliran dana tersebut mengalir ke berbagai pihak, mulai dari koordinator bidang hingga pejabat eselon.
Beberapa nama yang disebut menerima aliran dana di antaranya Irvian Bobby Mahendro (Rp 978,3 juta), Gerry Aditya Herwanto Putra (Rp 652,2 juta), hingga Hery Sutanto (Rp 652,2 juta).
Bahkan, nama mantan Dirjen Binwasnaker & K3 periode 2020-2024, Haryani Rumondang, juga disebut ikut menerima aliran dana sebesar Rp 381,2 juta.
Praktik pungutan liar dalam pengurusan sertifikasi K3 ini diduga telah berlangsung sistematis dan melibatkan banyak lapisan birokrasi di Kemnaker.
Atas perbuatannya, Noel dan kawan-kawan didakwa melanggar Pasal 12 huruf b juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 20 huruf c KUHP juncto Pasal 127 ayat (1) KUHP.
Berita Terkait
-
Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget
-
Bantah Minta Ducati ke Irivan Bobby, Eks Wamenaker Noel: Saya Nggak Hobi, Motornya Malah Bikin Jatuh
-
Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?
-
Tanggapi Gugatan Rp300 T Immanuel Ebenezer, KPK: Fokus Saja di Persidangan!
-
KPK Respons Santai Gugatan Rp300 Triliun Noel, Minta Fokus ke Persidangan
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Turun Langsung ke Alor Serahkan Bantuan Pangan Perdana ke Alor
-
Aksi Penembakan Pecah di Festival Budaya Lembah Baliem Papua, 2 Orang Jadi Korban
-
Amran Sulaiman Semprot Pengamat Pangan: Saat Impor Diam, Swasembada Malah Teriak!
-
Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang
-
7 Cara Pakai Concealer Bawah Mata Agar Tidak Crack dan Halus Seharian
-
Flawless Tanpa Dempul! 3 Foundation Full Coverage Buat Tutupi Bekas Jerawat
-
Kang Edai dan Kemiren: Ketika Budaya Osing Menjadi Jalan Menuju Kesejahteraan Desa
-
Pembunuhan Bos Konter HP Ambarawa: Pelaku Siapkan Palu Sebelum Beraksi, Sempat Kembali Datangi TKP
-
SIM Digital Berlaku Sah Pengganti Kartu Fisik, Begini Cara Aktivasinya di HP
-
Nyoman Nadiana, Les Grow, dan Astra: Modal Lokal VS Pendampingan Tepat