-
Pakar kesehatan Belanda menegaskan virus hanta lebih sulit menular antarmanusia daripada virus Covid-19.
-
Pasien dari kapal MV Hondius menjalani isolasi ketat di Pusat Medis Universitas Leiden.
-
Rumah sakit di Belanda siaga membagi beban penanganan jika ditemukan kasus virus hanta tambahan.
Suara.com - Ancaman patogen dari kapal pesiar MV Hondius dipastikan memiliki risiko penyebaran yang jauh lebih rendah dibandingkan pola infeksi korona.
Karakteristik biologis virus hanta membuatnya tidak mudah berpindah antarmanusia sehingga potensi ledakan kasus global sangat kecil.
Otoritas medis Belanda kini memfokuskan penanganan pada isolasi ketat guna memutus rantai transmisi yang diduga sempat terjadi di atas kapal.
Pusat Medis Universitas Leiden (LUMC) telah mengambil alih perawatan pasien pertama dengan protokol keamanan tingkat tinggi.
Tim spesialis penyakit menular memastikan seluruh prosedur penanganan dilakukan tanpa mengganggu stabilitas layanan kesehatan publik lainnya.
Karin Ellen Veldkamp, Kepala Penyakit Menular di Pusat Medis Universitas Leiden, menegaskan perbedaan mendasar virus ini dengan Covid-19.
"Tidak, tidak seperti itu. Ini tidak mudah menular dari orang ke orang," ujar Veldkamp saat memberikan keterangan resmi, dikutip dari YahooNews.
Meskipun terdapat indikasi transmisi terbatas di dalam kapal, pola infeksinya tetap dikategorikan sulit berkembang secara masif.
"Kami tahu (penularan dari orang ke orang) itu mungkin terjadi dan kami menduga hal itu terjadi di kapal... tetapi ini tidak seperti Covid, (penularannya) jauh lebih sulit," tambah Veldkamp.
Baca Juga: Berada di MV Hondius, Youtuber Ruhi Cenet Bongkar Fakta Ngeri saat Hantavirus Tewaskan 3 Orang
Pihak rumah sakit saat ini menerapkan prosedur karantina di ruang isolasi khusus dengan pengawasan tenaga medis terlatih.
Standar Keamanan dan Masa Karantina Ketat
Manajemen rumah sakit menjamin keamanan staf yang bertugas merawat pasien agar tidak terpapar selama proses pemulihan.
"Prinsip kami adalah kami memberikan perawatan yang baik kepada pasien. Kami tidak menolak untuk masuk (ke ruang isolasi). Kami hanya terlatih untuk melakukannya dengan cara yang aman," kata Veldkamp.
Durasi isolasi pasien akan sangat bergantung pada hilangnya gejala klinis dan hasil uji laboratorium yang valid.
Setelah kondisi fisik membaik, rangkaian tes lanjutan akan dilakukan untuk memastikan virus sudah tidak aktif di tubuh pasien.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil
-
Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung
-
Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang
-
Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen