News / Nasional
Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:35 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (Suara.com/Dea)
Baca 10 detik
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf merespons salam dari mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Gedung KPK, Jakarta.
  • Gus Yaqut saat ini berstatus tahanan KPK atas dugaan korupsi kuota dan penyelenggaraan haji tahun 2023-2024.
  • KPK juga telah menetapkan serta menahan pihak swasta dan mantan staf khusus terkait kasus korupsi haji tersebut.

Suara.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menanggapi salam yang disampaikan Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut.

Hal itu terjadi setelah Gus Ipul selesai melakukan audiensi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membahas soal pengadaan barang dan jasa di Kementerian Sosial.

Gus Ipul diketahui juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Di sisi lain, Gus Yaqut juga merupakan tokoh NU yang kini berstatus sebagai tahanan KPK.

Gus Yaqut merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada pembagian kuota dan penyelenggaraan haji di Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2023-2024.

Awalnya, Gus Yaqut menyampaikan salam untuk Gus Ipul setelah menandatangani surat perpanjangan masa tahanannya.

“Salam buat Gus Ipul ya,” kata Gus Yaqut di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026).

Kemudian, sekitar pukul 11.06 WIB, Gus Ipul baru menyelesaikan audiensinya. Lalu, Gus Ipul menyampaikan terima kasih setelah mengetahui dirinya mendapatkan salam dari Gus Yaqut.

“Oh iya, terima kasih. Terima kasih disampaikan, terima kasih salamnya ya,” kata Gus Ipul sambil menunjukkan gestur salam dengan menyatukan kedua telapak tangan di depan dadanya.

Sebelumnya, KPK menetapkan dua tersangka baru dalam kasus ini. Kedua tersangka berasal dari sektor swasta, yakni Ismail Adham dan Asrul Aziz Taba.

Baca Juga: Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari

Asep menyebut Ismail merupakan Direktur Operasional PT Makassar Toraja atau Maktour sementara Asrul adalah Komisaris PT Raudah Eksati Utama yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri).

Atas perbuatannya, Ismail dan Asrul disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Unadang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Diketahui, KPK telah melakukan penahanan terhadap mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut yang diketahui menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada pembagian kuota dan penyelenggaraan haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024.

“Pada hari ini, KPK melakukan penahanan terhadap Tersangka Saudara YCQ, untuk 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 12 sampai dengan 31 Maret 2026,” kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).

“Penahanan dilakukan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK,” tambah dia.

Kemudian, KPK juga menahan tersangka lainnya, yaitu mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex pada Selasa (17/3/2026).

Load More