"Risiko bagi populasi umum tetap sangat rendah."
Petugas memastikan bahwa blok akomodasi yang digunakan terletak jauh dari area publik untuk menjamin keamanan pasien lain di rumah sakit.
Pemanfaatan kembali situs Arrowe Park didasarkan pada keberhasilan fasilitas ini dalam menangani repatriasi warga dari Wuhan beberapa tahun silam.
Janelle Holmes, kepala eksekutif Wirral University Teaching Hospital NHS Foundation Trust, memberikan penjelasan resmi melalui surat kepada staf medisnya.
"Kami telah diminta oleh NHS England dan UKHSA untuk menampung para tamu, mengakui seberapa cepat dan positifnya kami menanggapi serta mendukung pemulangan warga negara Inggris dari Wuhan dan [kapal pesiar] Diamond Princess."
"Kami akan menyambut para tamu pada hari Minggu dan mereka semua akan diperiksa gejalanya sebelum tiba di lokasi; tidak ada orang yang menunjukkan gejala apa pun yang akan dipindahkan ke sini."
"Jika ada yang jatuh sakit setelah tiba, mereka akan segera dipindahkan ke fasilitas lain."
"Organisasi mitra kami bekerja sama untuk memastikan bahwa semua penumpang yang kembali disambut, merasa nyaman, dan didukung dengan baik sepanjang masa tinggal mereka."
"Kami ingin berterima kasih kepada staf dan mitra kami di NHS, layanan darurat, dan pemerintah daerah atas profesionalisme dan dedikasi mereka dalam mengoordinasikan respons ini, dan kami akan terus bekerja sama dengan UKHSA dan mitra lainnya secara menyeluruh."
Baca Juga: AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
Meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganggap ini insiden serius, mereka menegaskan karakteristik virus ini berbeda dengan sifat penularan Coronavirus.
Penelitian awal menunjukkan bahwa infeksi hantavirus umumnya bersumber dari tikus, namun ada kecurigaan terjadi penularan antarmanusia dalam kasus ini.
Gejala yang harus diwaspadai meliputi demam tinggi, rasa lelah yang ekstrem, nyeri perut hebat, muntah, hingga kesulitan bernapas secara mendadak.
Masa inkubasi penyakit ini tergolong lama dan bervariasi, di mana gejala bisa baru muncul dalam rentang waktu satu hingga delapan minggu.
UKHSA menyatakan bahwa penularan antarmanusia hanya terjadi jika ada kontak fisik yang sangat dekat dan berlangsung dalam durasi yang lama.
Krisis kesehatan ini bermula di atas kapal MV Hondius yang sedang melakukan ekspedisi ketika beberapa penumpang mulai jatuh sakit secara misterius.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Status Honorer Dihapus 2027, FSGI: Jangan Sampai Picu Krisis Guru dan Gaji Tak Layak!
-
Cegah Gesekan El Clasico, Polresta Tangerang Patroli Keliling di Titik Nobar Persija-Persib
-
Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta
-
Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi
-
Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK
-
Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan
-
Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS
-
Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini
-
Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut