Suara.com - Wilayah Indonesia Timur dinilai semakin rentan menghadapi krisis pangan akibat dampak perubahan iklim yang kian nyata. Data Badan Pangan Nasional 2025 menunjukkan sebagian besar wilayah rentan pangan di Indonesia berada di kawasan timur, termasuk Nusa Tenggara Timur dan Flores.
Kondisi geografis yang kering dan rentan terhadap cuaca ekstrem membuat masyarakat di wilayah tersebut menghadapi ancaman gagal panen yang lebih tinggi. Tidak hanya dipengaruhi perubahan cuaca, para petani juga menghadapi ketidakstabilan harga pasar, minimnya dukungan kelembagaan, hingga beban kerja yang tidak setara bagi petani perempuan.
Kondisi tersebut dinilai memicu dampak sosial jangka panjang, termasuk meningkatnya risiko stunting pada anak-anak di daerah rentan pangan.
Riset kolaborasi peneliti Asia dan Australia menemukan masyarakat lokal mulai mengembangkan berbagai strategi bertahan untuk menghadapi tekanan ekonomi dan krisis pangan. Penelitian yang dipimpin Prof. John McCarthy dari Australian National University menunjukkan sebagian warga mulai beralih menanam tanaman tahunan untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Selain itu, banyak laki-laki usia produktif memilih bermigrasi ke luar pulau, seperti Kalimantan, demi mencari pekerjaan dengan penghasilan yang lebih stabil. Migrasi tenaga kerja tersebut menjadi salah satu cara masyarakat menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga di tengah ketidakpastian hasil pertanian.
Namun, peneliti menilai langkah tersebut belum cukup untuk mengatasi krisis yang terjadi secara berlapis. Salah satu anggota tim riset, Charina Chazali, mengatakan penelitian ini mendorong lahirnya strategi yang lebih terintegrasi untuk menghadapi tantangan pangan dan iklim secara bersamaan.
“Kami lalu mengembangkan strategi yang sifatnya mungkin tidak baru, tetapi harapannya mampu mengatasi krisis berlapis ini,” ujar Charina.
Penelitian tersebut menawarkan pendekatan nexus berbasis desa sebagai solusi. Pendekatan ini menekankan keterkaitan antara pengelolaan air, energi, dan pangan dalam satu ekosistem sehingga kebijakan yang dibuat tidak berjalan secara terpisah.
Beberapa langkah yang diusulkan meliputi revitalisasi agroforestri, penguatan program perhutanan sosial, serta perlindungan khusus bagi kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak.
Baca Juga: Harga Pangan Kian Mencekik, Cabai dan Bawang Naik di Awal Pekan
Menurut Charina, pendekatan berbasis desa dapat menjadi ruang pembelajaran bagi pemerintah daerah untuk menerapkan kebijakan yang lebih sesuai dengan kondisi lokal masyarakat.
Urgensi penguatan ketahanan pangan di Indonesia Timur juga disampaikan Asisten Deputi Produksi Pangan dan Perubahan Iklim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Fajar Nuradi.
Fajar mengatakan masih terdapat 81 kabupaten dan kota di Indonesia Timur yang masuk kategori rentan dan sangat rentan terhadap ketahanan pangan. Menurutnya, hasil penelitian tersebut dapat menjadi masukan penting dalam penyusunan kebijakan pangan dan adaptasi perubahan iklim di tingkat nasional maupun daerah.
Penulis: Natasha Suhendra
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan