News / Metropolitan
Senin, 11 Mei 2026 | 13:48 WIB
Warga RT 02 Tebet, Jakarta Selatan, mengolah sampah dapur dengan metode Teba Modern hingga menjadi pupuk. (Suara.com/Tsabita Aulia)
Baca 10 detik
  • Warga RT 02/RW 03, Tebet, Jakarta Selatan menginisiasi pengolahan sampah organik dapur menggunakan metode Teba Modern sejak Januari 2026.
  • Program ini bertujuan mengurangi beban sampah organik rumah tangga di TPA Bantar Gebang melalui sistem pengelolaan mandiri warga.
  • Pengurus RT menyediakan wadah khusus dan mengolah sampah organik menjadi pupuk sebagai upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

“Target kami zero percent sampah dapur keluar dari lingkungan rumah,” tegasnya.

Program ini juga mendapat pendampingan dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan. Warga berharap pemerintah dapat membantu penyediaan alat pencacah sampah agar proses penguraian daun dan limbah organik semakin optimal.

Jika berjalan sesuai rencana, warga diperkirakan dapat memanen pupuk organik hasil olahan sampah dalam 12 bulan ke depan. Pupuk tersebut nantinya akan dibagikan kembali kepada warga untuk kebutuhan bercocok tanam.

“Kami berharap nanti hasilnya bisa kembali ke warga dalam bentuk pupuk. Jadi sampah yang mereka setor kembali lagi jadi sesuatu yang bermanfaat,” kata Erik.

Ketua RT 02, Nur Hidayati, mengatakan manfaat paling terasa dari program ini adalah berkurangnya bau sampah di lingkungan serta lebih ringannya beban petugas pengangkut sampah karena hanya mengangkut sampah residu.

Melalui gerakan sederhana dari lingkungan rumah tangga, warga RT 02 Komplek Gudang Peluru menunjukkan bahwa persoalan sampah perkotaan bisa diatasi mulai dari dapur sendiri.

Reporter: Tsabita Aulia

Load More