News / Internasional
Senin, 11 Mei 2026 | 21:05 WIB
Piala Dunia 2026
Baca 10 detik
  • Pemerintah Meksiko berencana memajukan libur sekolah satu bulan lebih awal demi penyelenggaraan Piala Dunia.

  • Kebijakan ini diprotes keras karena dianggap mengabaikan kepentingan pendidikan 23 juta siswa di Meksiko.

  • Presiden Claudia Sheinbaum akhirnya menyebut rencana tersebut masih bersifat usulan yang akan ditinjau ulang.

Pihak istana menegaskan bahwa jadwal pendidikan secara definitif belum diputuskan karena masih menunggu hasil tinjauan menyeluruh.

"Jadi, ini adalah sebuah usulan. Jadwal lengkapnya belum siap, dan kami akan menunggu sampai diputuskan secara pasti," tegas sang Presiden kepada awak media.

Awalnya, keputusan mempercepat libur sekolah diklaim telah disepakati secara aklamasi oleh sekretaris pendidikan di tingkat negara bagian.

Selain faktor keramaian Piala Dunia, cuaca panas ekstrem yang diprediksi melanda wilayah Amerika Latin juga menjadi pertimbangan teknis pemerintah.

Rencananya, tahun ajaran baru tetap dimulai pada 31 Agustus dengan tambahan program penguatan belajar selama dua minggu agar siswa tidak tertinggal materi.

Meksiko menjadi tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada untuk Piala Dunia FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.

Persiapan turnamen ini sempat dibayangi kekhawatiran keamanan menyusul operasi penumpasan kartel narkoba Jalisco New Generation (CJNG) yang memicu gelombang kekerasan di beberapa wilayah.

Salah satu kota penyelenggara, Guadalajara, merupakan pusat konflik keamanan tersebut, namun pemerintah memastikan telah menyiagakan ribuan personel keamanan.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan dirinya merasa sangat tenang dengan jaminan keamanan yang diberikan oleh otoritas Meksiko bagi para penggemar sepak bola.

Baca Juga: Lionel Messi Blak-blakan: Argentina Favorit Juara Piala Dunia 2026 tapi 6 Tim Ini Ancaman Serius

Meskipun jaminan keamanan diberikan bagi turis, tantangan domestik terkait integrasi jadwal pendidikan tetap menjadi isu panas yang belum terselesaikan di internal pemerintahan.

Load More