- Indonesia memiliki 405.000 personel militer aktif, menempatkan negara tersebut di urutan ke-15 dunia per April 2026.
- China memimpin kekuatan militer global dengan 2 juta personel aktif, menciptakan celah signifikan dibandingkan negara lainnya.
- Indonesia menempati peringkat ke-13 kekuatan militer dunia berdasarkan penilaian Global Firepower 2026 dengan skor 0.2582.
- China: 2,0 Juta personel
- India: 1,4 Juta personel
- Amerika Serikat: 1,3 Juta personel
- Rusia: 1,3 Juta personel
- Korea Utara: 1,3 Juta personel
- Ukraina: 900 Ribu personel
- Pakistan: 660 Ribu personel
- Iran: 610 Ribu personel
- Ethiopia: 503 Ribu personel
- Turki (Türkiye): 481 Ribu personel
- Vietnam: 450 Ribu personel
- Korea Selatan: 450 Ribu personel
- Mesir: 439 Ribu personel
- Kolombia: 429 Ribu personel
- Indonesia: 405 Ribu personel
- Maroko: 400 Ribu personel
- Meksiko: 387 Ribu personel
- Brasil: 376 Ribu personel
- Taiwan: 361 Ribu personel
- Eritrea: 350 Ribu personel
Perbandingan sesama negara Asia
Menariknya, dominasi kekuatan militer berdasarkan jumlah personel saat ini sangat berpusat di Asia.
Selain China dan India di posisi teratas, kawasan Asia juga menempatkan Korea Utara dengan 1,3 juta personel, Pakistan dengan 660.000 personel, serta Iran dengan 610.000 personel aktif.
Di Asia Tenggara, Indonesia bersaing ketat dengan Vietnam yang memiliki 450.000 personel aktif.
Korea Selatan pun tidak kalah kuat dengan menyiagakan 450.000 personel, yang menempatkan mereka sejajar dengan kekuatan militer mapan lainnya di kawasan ini.
Konsentrasi jumlah personel yang besar di Asia ini menegaskan bahwa wilayah ini tetap menjadi titik panas strategis yang membutuhkan kesiapan militer tingkat tinggi.
Rangking kekuatan militer secara keseluruhan
Namun, kekuatan militer sebuah negara tidak hanya diukur dari banyaknya jumlah tentara yang berbaris.
Jika melihat peringkat kekuatan militer secara keseluruhan atau Global Firepower (GFP) 2026 yang mempertimbangkan lebih dari 60 faktor individu, posisi Indonesia justru lebih membanggakan.
Baca Juga: Soroti Kematian Anak dan Warga Sipil di Dogiyai, Mahasiswa Papua Ajukan 19 Tuntutan ke Pemerintah
Secara totalitas kekuatan, Indonesia berhasil menduduki peringkat ke-13 dunia dengan skor Power Index sebesar 0.2582.
Posisi ini menempatkan Indonesia di atas negara-negara maju seperti Jerman yang berada di urutan ke-12 tepat di atas kita, serta masih bersaing di papan atas bersama Amerika Serikat yang memegang posisi pertama, diikuti Rusia, China, India, dan Korea Selatan dalam jajaran lima besar dunia.
Peringkat ke-13 ini membuktikan bahwa kombinasi jumlah personel, alutsista, dan letak geografis menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan militer yang paling disegani di kancah global saat ini.
Berdasarkan data peringkat kekuatan militer tahun 2026 (Global Firepower), berikut adalah daftar 13 negara dengan kekuatan militer terkuat yang diukur menggunakan skor Power Index (PwrIndx).
Sebagai catatan, dalam penilaian ini, semakin kecil skornya, semakin kuat kemampuan tempur konvensional negara tersebut:
1. Amerika Serikat: 0.0741
2. Rusia: 0.0791
3. China: 0.0919
4. India: 0.1346
5. Korea Selatan: 0.1642
6. Prancis: 0.1798
7. Jepang: 0.1876
8. Britania Raya: 0.1881
9. Turki (Türkiye): 0.1975
10. Italia: 0.2211
11. Brasil: 0.2374
12. Jerman: 0.2463
13. Indonesia: 0.2582
Peringkat ini ditentukan berdasarkan lebih dari 60 faktor individu, mulai dari jumlah unit militer, status keuangan, hingga kemampuan logistik dan geografi.
Indonesia berada di peringkat ke-13 dunia, berada tepat di bawah Jerman.
Meskipun Indonesia berada di peringkat ke-15 jika hanya dihitung berdasarkan jumlah personel aktif (405.000 orang), secara keseluruhan kekuatan pertahanannya diakui lebih tinggi di mata dunia.
Berita Terkait
-
Soroti Kematian Anak dan Warga Sipil di Dogiyai, Mahasiswa Papua Ajukan 19 Tuntutan ke Pemerintah
-
Andrie Yunus Tolak Hadiri Sidang Kasus Penyiraman Air Keras
-
Andrie Yunus Tolak Bersaksi di Sidang Militer, KontraS: Kasus Air Keras Itu Pidana Umum!
-
KontraS Kritik Hakim Pengadilan Militer yang Ancam Pidanakan Saksi Korban Andrie Yunus
-
Yusril Ingatkan Hakim Militer di Kasus Andrie Yunus: Jangan Sekadar Formalitas
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi