- Polresta Sleman menyelidiki temuan sebelas bayi di sebuah rumah di Pakem setelah adanya laporan kecurigaan warga setempat.
- Bayi-bayi tersebut merupakan hasil hubungan luar nikah yang dititipkan orang tuanya kepada seorang bidan berbayar harian.
- Polisi sedang mendalami dugaan praktik penitipan bayi ilegal serta memastikan kondisi kesehatan bayi yang telah dievakuasi tersebut.
4. Praktik Kebidanan Berizin, tetapi Penitipan Bayi Belum Legal
Polisi memastikan bidan berinisial ORP yang menangani persalinan memiliki izin praktik kebidanan resmi.
Namun, layanan penitipan bayi yang dijalankan diketahui belum memiliki legalitas.
“Untuk praktik kebidanannya ada izinnya, tapi untuk semacam penitipannya ini belum,” ungkap Wiwit.
Polisi kini masih mendalami kemungkinan adanya pelanggaran hukum lain, termasuk dugaan penelantaran anak.
5. Bayi Dipindahkan dari Gamping ke Pakem
Bayi-bayi tersebut awalnya berada di praktik bidan ORP di Banyuraden, Gamping, Sleman.
Namun, dalam sepekan terakhir, seluruh bayi dipindahkan ke rumah milik orang tua bidan di wilayah Pakem.
“Rumah tersebut hanya sementara, baru satu minggu di sana. Di tempat yang di Gamping itu baru ada kegiatan kemudian digeser atau dititipkan di Pakem,” ujar Wiwit.
Baca Juga: Dinsos Sleman: Asesmen Ketat Menanti Orang Tua yang Ingin Jemput Bayi di Penitipan Ilegal
Menurut polisi, awalnya hanya ada satu ibu yang menitipkan bayinya setelah melahirkan. Namun praktik tersebut kemudian berkembang hingga akhirnya ditemukan 11 bayi.
6. Orang Tua Membayar Rp50 Ribu per Hari
Polisi juga mengungkap praktik penitipan bayi ini berkembang dari alasan kemanusiaan menjadi penitipan berbayar.
Para orang tua disebut membayar biaya penitipan sebesar Rp50 ribu per hari untuk setiap bayi.
“Orang tuanya karena memiliki kesibukan ataupun statusnya yang mungkin belum menikah, sehingga sementara menitipkan bayi-bayi itu,” kata Wiwit.
7. Tiga Bayi Dirawat di Rumah Sakit
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Terbongkar dari Nyanyian Penjual Pecel Lele: Kronologi Sopir MBG Ditangkap saat Nyambi Kurir Sabu
-
Kejagung Jemput Paksa Bos PT Toshida, Jadi Tersangka Suap Ketua Ombudsman Nonaktif
-
Puan Maharani Tak Tinggal Diam Soal Larangan Nobar Film Pesta Babi: Memang Sensitif!
-
Palang Bambu dan HT Patungan, Warga Pertaruhkan Nyawa Jaga Perlintasan Liar
-
Juri dan Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Dicopot MPR
-
Ucapkan Sumpah, Adela Kanasya Resmi Duduki Kursi DPR yang Ditinggalkan Ayahnya Adies Kadir
-
Bukannya Antar Makanan, Sopir MBG di Tajurhalang Malah Nyambi Jadi Kurir Sabu!
-
Kritik Tajam Formappi Soal LCC Empat Pilar: Tragedi Memalukan yang Runtuhkan Marwah MPR
-
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Ekonom UGM Sebut Publik Bakal Kena Imbas Harga Naik
-
Bos Barong Grup: Rokok Ilegal Jangan Cuma Ditindak, Ajak Masuk Jalur Legal