- Dinsos Sleman mengawal proses pengembalian 11 bayi dari rumah penitipan di Pakem kepada orang tua kandungnya melalui asesmen ketat.
- Pekerja sosial melakukan verifikasi identitas dan kesiapan orang tua untuk memastikan pemenuhan hak dasar serta keselamatan anak di masa depan.
- Pemerintah berkomitmen memberikan bantuan asistensi bagi orang tua yang memiliki kendala finansial dalam merawat anak mereka secara mandiri.
Suara.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman memastikan akan mengawal ketat proses pengembalian 11 bayi yang dievakuasi dari sebuah rumah penitipan di wilayah Padukuhan Randu, Dusun Wonokerso, Hargobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta kepada orang tua kandung mereka.
Langkah ini akan dilakukan melalui prosedur asesmen yang mendalam guna memastikan keselamatan dan pemenuhan hak-hak dasar anak di masa depan.
"Sebisa mungkin kami akan segera mempertemukan dengan ibu kandungnya atau orang tua kandungnya setelah melalui asesmen yang ketat itu ya," kata Kepala Dinsos Kabupaten Sleman, Wawan Widiantoro, Selasa (12/5/2026).
Wawan menuturkan bahwa meskipun prioritas utama adalah mengembalikan anak ke lingkungan keluarga asal, kondisi latar belakang kasus ini memerlukan kehati-hatian ekstra.
Mengingat berdasarkan data kepolisian, mayoritas dari 11 bayi tersebut lahir dari hubungan di luar pernikahan resmi.
"Status orang tua saat ini ya kita prihatin juga terhadap kondisi-kondisi yang ada di Jogja ini, orang tuanya ada yang belum status menikah atau belum status kawin," ucapnya.
Dalam proses pengawalan ini, Dinsos Sleman telah menerjunkan pekerja sosial khusus untuk melakukan penelusuran identitas dan kelayakan pengasuhan. Verifikasi dilakukan mulai dari keabsahan surat keterangan lahir hingga kesiapan mental orang tua untuk merawat anak mereka secara mandiri.
"Ada pekerja sosial tersendiri nanti yang melakukan asesmen," imbuhnya.
Wawan bilang bahwa hak asal-usul anak harus tetap dilindungi tanpa memandang status pernikahan atau kondisi ekonomi orang tua kandungnya.
Baca Juga: Cuma Rp50 Ribu Per Hari, Polisi Ungkap Rahasia di Balik Penitipan Bayi Ilegal di Sleman
Pemerintah menyatakan siap memberikan bantuan asistensi jika kendala yang dihadapi orang tua berkaitan dengan kemampuan finansial dalam membesarkan anak.
"Kalau orang tua kandung itu apapun kondisinya ya itu hak pertama anak itu di orang tua kandungnya dulu. Masalah tidak apa secara ekonomi tidak mampu kan kita bisa bantu bareng-bareng," tuturnya.
Hingga saat ini, Dinsos Sleman terus menjalin komunikasi aktif dengan para orang tua kandung sembari menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak Polresta Sleman. Langkah monitoring secara berkala pun telah disiapkan bagi anak-anak yang nantinya sudah diizinkan kembali ke pelukan orang tua mereka.
Adapun sementara masih ada enam anak yang dititipkan di Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak (BRSPA) DIY setelah dievakuasi pada Jumat (8/5/2026) kemarin. Dua anak telah diambil orang tuanya dan tiga anak masih dalam perawatan di rumah sakit.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi