- Anggota DPR RI Andi Muawiyah Ramly mengkritik ketidakprofesionalan juri dalam Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar di Kalimantan Barat.
- Ketidakadilan penilaian tersebut memicu kekecewaan peserta karena dianggap mencederai integritas dan semangat kompetisi pendidikan bagi siswa.
- Amure mendesak penyelenggara melakukan evaluasi total agar kompetisi di masa depan berjalan lebih transparan, adil, dan bermartabat.
Suara.com - Anggota Komisi X DPR RI, Andi Muawiyah Ramly yang akrab disapa Amure, melayangkan kritik tajam terhadap insiden penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Ia menilai dewan juri tidak menunjukkan sikap profesional dan objektif sehingga dapat mencederai semangat kompetisi pendidikan.
Menurut Amure, ketidakadilan dalam penilaian tersebut memicu kekecewaan besar di kalangan peserta maupun pendamping sekolah. Ia menegaskan bahwa integritas merupakan kunci utama dalam ajang yang membawa pesan nilai-nilai kebangsaan.
"Sikap juri seperti itu tidak mencerminkan kualitas seorang juri sejati. Dalam lomba pendidikan, apalagi yang membawa semangat 4 Pilar MPR, objektivitas dan integritas harus menjadi hal utama,” tegas Amure di Jakarta, dikutip Rabu (13/5/2026).
Ia juga meminta agar kegagalan teknis juri tidak memadamkan semangat para siswa yang telah berjuang maksimal. Baginya, pengetahuan dan nasionalisme yang ditunjukkan para peserta jauh lebih berharga daripada hasil akhir yang dianggap tidak adil.
"Untuk adik-adik siswa, saya berharap tetap semangat dan jangan kecewa berlebihan. Kalian adalah generasi penerus bangsa yang harus terus belajar, berprestasi, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.
Meski menyesalkan insiden tersebut, Amure tetap mendukung keberlangsungan LCC 4 Pilar MPR sebagai sarana pendidikan karakter bagi generasi muda. Namun, ia mewanti-wanti agar penyelenggara melakukan evaluasi total demi menjaga kredibilitas lembaga.
"Kegiatan semacam ini harus terus dilaksanakan secara konsisten demi menanamkan pemahaman yang utuh tentang demokrasi, Pancasila, konstitusi, serta nasionalisme di kalangan siswa. Namun pelaksanaannya juga harus benar-benar profesional, transparan, dan adil agar tujuan pendidikan itu tidak tercoreng,” tambahnya.
Ia berharap ke depan ajang LCC 4 Pilar dapat menghadirkan kompetisi yang lebih bermartabat dan menjadi ruang pembelajaran yang bersih dari kontroversi penilaian bagi seluruh pelajar di Indonesia.
Baca Juga: Permintaan Maaf MC LCC Empat Pilar MPR RI Malah Picu Perdebatan Baru
Berita Terkait
-
Permintaan Maaf MC LCC Empat Pilar MPR RI Malah Picu Perdebatan Baru
-
Viral Ucapan MC, Publik Soroti Cara Halus Membungkam Suara Anak Muda
-
Buntut Ketidakadilan LCC MPR RI 2026: Juri, MC, hingga Ketua MPR Digugat ke PN Jakpus
-
LCC Empat Pilar dan 'Cuma Perasaan': Saat Siswa Menjadi Korban Gaslighting
-
Polemik LCC 4 Pilar MPR: Keberanian Pelajar Koreksi Ketidakadilan Tuai Sorotan
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa