- Ketua DPP PSI Bestari Barus mengkritik Projo karena menyampaikan informasi kesehatan Presiden Jokowi yang dianggap bukan kewenangan mereka.
- Bestari menilai klaim kesehatan Projo dapat membingungkan masyarakat terkait kedekatan organisasi tersebut dengan sosok Presiden Jokowi saat ini.
- PSI menegaskan rencana agenda safari nasional bersama Jokowi akan segera dipersiapkan namun waktunya belum ditentukan secara resmi.
Suara.com - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus mengkritik pernyataan Projo yang mengungkapkan soal kondisi kesehatan Jokowi telah pulih 99 persen.
Besatri menegaskan informasi mengenai kondisi kesehatan Jokowi merupakan ranah dokter.
Oleh karena itu, Bestari menilai informasi yang disampaikan Projo tidak mewakili Jokowi.
"Statement yang tidak mewakili. Kalau masalah kesehatan Pak Jokowi tentu dokter lah yang paling tahu," kata Bestari saat dihubungi Suara.com, Jumat (15/5/2026).
Bestari menegaskan kondisi kesehatan Jokowi tidak seharusnya disampaikak Projo. Ia lantas mengungkit pernyataan Projo yang pernah menyampaikan bahwa kepanjangan Projo bukan Pro Jokowi.
"Bukan kelompok-kelompok tertentu yang bahkan pernah menyatakan juga bukan lagi, bukan bagian daripada Pak Jokowi lagi, karena sudah menyatakan bahwa kami bukan secara ini apa menyatakan ya ini bukan pro Jokowi gitu kan. Jangan dikultuskan tiba-tiba muncul kan gitu-gitu," ujar Bestari.
Lebih lanjut, Bestari menilai pernyataan Projo soal kondisi kesehatan Jokowi justru bisa menimbulkan kebingungan bagi publik.
"Ini kan nanti menimbulkan kebingungan publik. Mereka sudah mengetahui bahwa ini tidak lagi bersama Pak Jokowi, tiba-tiba kok sama Pak Jokowi lagi,' kata Bestari.
PSI sebagai binaan Jokowi, dikatakan Bestari, memandang perlu menyampaikan hal tersebut.
Baca Juga: Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
"Itu PSI selaku kami adalah binaan Pak Jokowi dan beliau adalah PSI, ya kita patut memberitahu kepada masyarakat untuk tidak menjadi supaya tidak menjadi bingung maka kita jelaskan dari jauh hari dari mulai Kongres di Solo dan sampai juga di Rakernas," kata Bestari.
Sebelumnya, Bestari menyampaikan bahwa PSI akan turut mendampingi Presiden ke-7 RI tersebut dalam agenda safari ke penjuru nusantara.
Bestari menegaskan sejak awal, saat Kongres PSI di Solo dan Rakernas PSI, agenda keliling Indonesia antara Jokowi dan PSI sudah disampaikan.
"Memang itu agenda Pak Jokowi bersama PSI akan turun ke masyarakat pada saatnya," kata Bestari.
Meski demikian, Bestari belum mengumumkan kapan waktunya. Ia juga mebantah informasi menyebut agenda keliling tersebut akan dimulai pada Juni tahun ini.
"Jadi bukan ditentukan Juni, inilah, nggak. Nanti kami yang mempersiapkan. Kan begitu. Nah itu saja supaya tidak terjadi kebingungan masyarakat gitu," kata Bestari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Anggota DPRD Fakfak Digerebek Bersama Bidan Berstatus Istri Orang di Kamar Kos, Videonya Viral!
-
Satpol PP DKI Jaring 8 PPKS di Mampang Usai Viral Pengemis Padati Trotoar
-
Tuntutan 18 Tahun Nadiem Makarim Dinilai Wajar, MAKI Soroti Kerugian Negara Triliunan Rupiah
-
96 Persen Penduduk Tinggal di Wilayah Rawan Bencana, Kemendagri Dorong BPBD Lebih Adaptif dan Siaga
-
DPR RI Terima Dubes Thailand, Bahas Dampak Perang hingga Nasib Myanmar yang Di-blacklist ASEAN
-
WNA Jepang Diduga Eksploitasi Anak di Blok M, DPR: Seret Pelaku, Jangan Kasih Ampun
-
Ketua DPRD Jember: Sekali Lagi Langgar Aturan, Achmad Syahri Otomatis Dipecat
-
Sobary Kritik Cara Prabowo Mengagumi Bung Karno: Kagum, tapi Tak Pahami Political Wisdom-nya
-
KPK Bongkar 3 Perusahaan yang Setor Miliaran ke Oknum Kemnaker demi Urus K3
-
Kapal Migran Indonesia Tenggelam di Malaysia: Korban Tewas Kini 11 Orang, 3 Masih Hilang