- WHO mengonfirmasi sepuluh kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia saat ekspedisi.
- Penyebaran virus terjadi melalui kontak erat antarmanusia, meski otoritas kesehatan menyatakan risiko penularan global saat ini masih rendah.
- Tim medis terus memantau kru kapal dan melakukan penelusuran bersama otoritas kesehatan di Argentina, Chile, serta Uruguay.
Suara.com - Badan Kesehatan Dunia atau WHO memastikan jumlah kasus global hantavirus saat ini mencapai 10 kasus.
Angka tersebut turun dari laporan sebelumnya setelah satu orang yang sempat diduga terinfeksi dinyatakan negatif.
Direktur Departemen Kesiapsiagaan Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, mengatakan koreksi data dilakukan setelah hasil pemeriksaan lanjutan dari Amerika Serikat keluar.
“Perhitungan sebelumnya mencakup satu individu dengan hasil tes yang belum pasti. Kami kini menerima konfirmasi lebih lanjut dari Amerika Serikat bahwa orang tersebut negatif,” kata Kerkhove dilansir dari Al Jazeera.
Dari total 10 kasus, delapan di antaranya telah terkonfirmasi melalui tes laboratorium, sementara dua lainnya masih berstatus probable atau dugaan kuat.
Wabah hantavirus ini pertama kali mencuat di kapal pesiar mewah berbendera Belanda, MV Hondius, yang berangkat dari Argentina untuk ekspedisi kutub.
Sejauh ini, tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat wabah tersebut. Namun WHO menegaskan risiko penyebaran global masih tergolong rendah.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan kru kapal yang berjumlah 26 orang masih berada di atas kapal dan terus dipantau.
“Tidak ada individu bergejala di atas kapal saat ini,” ujar Tedros.
Baca Juga: Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
Meski demikian, WHO mengingatkan masa inkubasi hantavirus bisa mencapai enam minggu.
Karena itu, kemungkinan munculnya kasus baru masih tetap ada ketika para penumpang kembali ke negara masing-masing.
Tedros menegaskan kondisi tersebut bukan berarti wabah semakin meluas.
“Ini tidak berarti wabah berkembang lebih besar. Ini menunjukkan langkah pengendalian berjalan efektif, pengujian laboratorium terus dilakukan, dan pasien mendapatkan perawatan,” katanya.
WHO juga tengah bekerja sama dengan otoritas kesehatan di Argentina, Chile, dan Uruguay untuk menelusuri penyebaran virus tersebut.
Hantavirus umumnya menyebar melalui paparan hewan pengerat yang terinfeksi.
Berita Terkait
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Hantavirus Strain Andes Bisa Menular Antar Manusia, Tapi Harus Kontak Erat dan Lama
-
Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan
-
Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Resmikan Museum-Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Saya Tadi Melihat Kamarnya
-
Cara Keji Tentara Zionis Israel Bunuh 7 Warga Gaza, Perempuan dan Anak Jadi Korban
-
Apa Hasil Lawatan Trump ke China? Isu Taiwan Menggantung, Beijing Tetap Dukung Iran
-
Mengenal 'Ambo', Sapi Raksasa 1,15 Ton Asal Tangerang yang Dipilih Prabowo untuk Idul Adha 2026
-
Skenario AS Jika Trump Diracun di China, Isi Surat Wasiat untuk JD Vance Terungkap
-
Niat Lerai Cekcok Berujung Maut, Dico Tewas Dikeroyok dan Dilempar dari Lantai 2 Weston Billiard
-
'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat
-
Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?