- Militer Israel mencegat konvoi bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotila di perairan internasional dekat Siprus pada Senin lalu.
- Pasukan Israel menyita puluhan kapal bantuan dan menahan lebih dari 460 aktivis internasional dari 45 negara.
- Pemerintah Israel membela operasi tersebut sebagai upaya memblokade Hamas, meski memicu kecaman keras dari berbagai pihak global.
Suara.com - Militer Israel kembali menjadi sorotan dunia setelah mencegat konvoi kapal kemanusiaan Global Sumud Flotila di perairan internasional.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahkan memuji operasi militer tersebut meski menuai kecaman dari berbagai pihak internasional.
Konvoi bantuan itu diketahui membawa kebutuhan kemanusiaan seperti susu bayi dan obat-obatan untuk warga Jalur Gaza yang masih dilanda krisis berkepanjangan.
Operasi Militer di Laut Internasional
Pasukan komando Israel dilaporkan naik ke kapal-kapal bantuan saat armada berada sekitar 460 kilometer di sebelah barat Siprus.
Penyelenggara Global Sumud Flotila menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum maritim internasional.
Rekaman siaran langsung memperlihatkan para penumpang tak bersenjata mengangkat tangan ketika pasukan bersenjata memasuki kapal.
Hingga Senin sore waktu setempat, sebagaimana laporan BBC, sekitar 40 dari lebih dari 50 kapal bantuan yang berangkat dari Marmaris, Turki, dilaporkan telah disita.
Lebih dari 460 aktivis dari 45 negara juga disebut ikut ditahan dalam operasi tersebut.
Baca Juga: Adik Kandung Presiden Irlandia Ikut Ditangkap Tentara Israel di Global Sumud Flotilla
Netanyahu Bela Operasi Angkatan Laut Israel
Di tengah kritik internasional, Netanyahu justru memberikan apresiasi kepada angkatan laut Israel melalui pesan radio resmi.
"Anda melakukan ini dengan sukses besar, dan harus saya katakan juga dengan tenang," kata Netanyahu dalam transkrip resmi kantornya.
Pemerintah Israel berdalih operasi itu dilakukan demi mencegah upaya menembus blokade terhadap Hamas di Gaza.
Kementerian Luar Negeri Israel juga menuduh misi tersebut memiliki kepentingan politik dan dapat mengganggu rencana perdamaian yang didukung Presiden AS, Donald Trump.
Israel turut mengklaim bahwa bantuan kemanusiaan ke Gaza telah mencapai 1,5 juta ton dalam tujuh bulan terakhir.
Tag
Berita Terkait
-
Reaksi Presiden Irlandia Usai Adiknya Ditangkap Israel di Global Sumud Flotilla
-
Kemlu: 5 WNI Ditangkap Tentara Israel
-
9 WNI Ditahan Israel dalam Misi ke Gaza, GPCI Minta Presiden Prabowo Ambil Langkah Diplomasi
-
Kapal Misi Kemanusiaan Ditahan Israel, Kemlu RI Tuntut Pembebasan Seluruh Awak
-
Tentara Israel Tangkap 9 WNI, GPCI Lapor MPR Desak Pemerintah Bertindak
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?