News / Internasional
Selasa, 19 Mei 2026 | 14:20 WIB
Kapal Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan obat-obatan dan logistik untuk rakyat Palestina di Gaza ditahan Israel. Di antaranya, terdapat 2 jurnalis Republika dan 9 Aktivis asal Indonesia. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Militer Israel mencegat konvoi bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotila di perairan internasional dekat Siprus pada Senin lalu.
  • Pasukan Israel menyita puluhan kapal bantuan dan menahan lebih dari 460 aktivis internasional dari 45 negara.
  • Pemerintah Israel membela operasi tersebut sebagai upaya memblokade Hamas, meski memicu kecaman keras dari berbagai pihak global.

Suara.com - Militer Israel kembali menjadi sorotan dunia setelah mencegat konvoi kapal kemanusiaan Global Sumud Flotila di perairan internasional.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahkan memuji operasi militer tersebut meski menuai kecaman dari berbagai pihak internasional.

Konvoi bantuan itu diketahui membawa kebutuhan kemanusiaan seperti susu bayi dan obat-obatan untuk warga Jalur Gaza yang masih dilanda krisis berkepanjangan.

Operasi Militer di Laut Internasional

Pasukan komando Israel dilaporkan naik ke kapal-kapal bantuan saat armada berada sekitar 460 kilometer di sebelah barat Siprus.

Penyelenggara Global Sumud Flotila menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum maritim internasional.

Rekaman siaran langsung memperlihatkan para penumpang tak bersenjata mengangkat tangan ketika pasukan bersenjata memasuki kapal.

Hingga Senin sore waktu setempat, sebagaimana laporan BBC, sekitar 40 dari lebih dari 50 kapal bantuan yang berangkat dari Marmaris, Turki, dilaporkan telah disita.

Lebih dari 460 aktivis dari 45 negara juga disebut ikut ditahan dalam operasi tersebut.

Baca Juga: Adik Kandung Presiden Irlandia Ikut Ditangkap Tentara Israel di Global Sumud Flotilla

Netanyahu Bela Operasi Angkatan Laut Israel

Di tengah kritik internasional, Netanyahu justru memberikan apresiasi kepada angkatan laut Israel melalui pesan radio resmi.

"Anda melakukan ini dengan sukses besar, dan harus saya katakan juga dengan tenang," kata Netanyahu dalam transkrip resmi kantornya.

Pemerintah Israel berdalih operasi itu dilakukan demi mencegah upaya menembus blokade terhadap Hamas di Gaza.

Kementerian Luar Negeri Israel juga menuduh misi tersebut memiliki kepentingan politik dan dapat mengganggu rencana perdamaian yang didukung Presiden AS, Donald Trump.

Israel turut mengklaim bahwa bantuan kemanusiaan ke Gaza telah mencapai 1,5 juta ton dalam tujuh bulan terakhir.

Load More