- Militer Israel mencegat konvoi bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotila di perairan internasional dekat Siprus pada Senin lalu.
- Pasukan Israel menyita puluhan kapal bantuan dan menahan lebih dari 460 aktivis internasional dari 45 negara.
- Pemerintah Israel membela operasi tersebut sebagai upaya memblokade Hamas, meski memicu kecaman keras dari berbagai pihak global.
Aktivis dan Turki Kecam Israel
Insiden tersebut melibatkan sejumlah tokoh internasional, termasuk Margaret, saudara perempuan Presiden Irlandia, Catherine Connolly.
Catherine Connolly mengaku khawatir atas keselamatan saudaranya yang ditahan setelah pencegatan di laut internasional.
Pemerintah Turki juga melayangkan kecaman keras dan menyebut tindakan Israel sebagai bentuk pembajakan modern.
Sementara itu, pejabat Hamas Basem Naim menilai operasi tersebut sebagai tindakan yang merusak hukum internasional.
Penyelenggara armada bantuan membantah tuduhan Israel dan menegaskan mereka tidak memiliki hubungan dengan kelompok IHH maupun insiden kapal Mavi Marmara pada 2010.
Krisis Kemanusiaan Gaza Masih Berlangsung
Insiden ini disebut mengulang peristiwa sebelumnya ketika Israel mencegat armada serupa di dekat perairan Kreta, Yunani, pada April 2026.
Saat itu, sebanyak 181 aktivis ditahan dan beberapa di antaranya dideportasi setelah menjalani interogasi.
Baca Juga: Adik Kandung Presiden Irlandia Ikut Ditangkap Tentara Israel di Global Sumud Flotilla
Di tengah klaim Israel mengenai distribusi bantuan, Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan mayoritas pengungsi Gaza masih hidup di tenda pengungsian dengan akses terbatas terhadap air bersih dan sanitasi.
Konflik yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 terus memicu krisis kemanusiaan besar di Gaza dengan korban jiwa yang terus bertambah.
Tag
Berita Terkait
-
Reaksi Presiden Irlandia Usai Adiknya Ditangkap Israel di Global Sumud Flotilla
-
Kemlu: 5 WNI Ditangkap Tentara Israel
-
9 WNI Ditahan Israel dalam Misi ke Gaza, GPCI Minta Presiden Prabowo Ambil Langkah Diplomasi
-
Kapal Misi Kemanusiaan Ditahan Israel, Kemlu RI Tuntut Pembebasan Seluruh Awak
-
Tentara Israel Tangkap 9 WNI, GPCI Lapor MPR Desak Pemerintah Bertindak
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi