- Militer Israel menahan sembilan WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza di perairan Siprus.
- Pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik dan hukum melalui pihak ketiga karena tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
- Kemlu RI mendesak pembebasan seluruh aktivis dan berkoordinasi dengan perwakilan diplomatik guna memastikan keselamatan para WNI tersebut.
Suara.com - Pemerintah terus berupaya membebaskan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza, Palestina.
Namun, upaya itu dilakukan lewat jalur diplomatik dan hukum melalui pihak ketiga lantaran Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Hal itu diungkap Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI Yusril Ihza Mahendra.
"Kita tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel dan kita tidak dapat melakukan perundingan langsung dengan pihak Israel," ungkap Yusril di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dikutip dari ANTARA, Selasa (19/5/2026).
Karena itu, pemerintah menurut Yusril memilih menggunakan jalur diplomatik dan hukum melalui negara maupun pihak ketiga untuk melindungi warga negara Indonesia yang ikut dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.
"Kita tentu akan mengambil upaya-upaya diplomatik dan upaya-upaya hukum melalui pemerintah dan pihak ketiga untuk melindungi warga negara kita yang diculik oleh negara Israel," katanya.
Sebagaimana diketahui, kasus ini menjadi sorotan internasional setelah militer Israel mencegat armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 yang membawa bantuan untuk warga Gaza.
Selain relawan kemanusiaan, dalam rombongan itu juga terdapat sejumlah jurnalis internasional yang bertugas meliput kondisi krisis kemanusiaan di Palestina.
Kecaman Keras Kemlu RI
Baca Juga: 9 WNI Ditahan Israel dalam Misi ke Gaza, GPCI Minta Presiden Prabowo Ambil Langkah Diplomasi
Kementerian Luar Negeri secara resmi juga telah melayangkan kecaman keras atas arogansi militer Israel di perairan Siprus, Mediterania Timur tersebut.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengungkapkan sedikitnya sepuluh kapal telah dikonfirmasi ditangkap oleh otoritas Israel, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
"Di kapal Josef diinformasikan terdapat seorang Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi dari GPCI - Rumah Zakat," terang Yvonne dalam keterangannya.
Selain relawan, nasib jurnalis nasional yang ikut dalam misi tersebut juga menjadi perhatian serius. Ia menyebut komunikasi dengan kapal yang membawa jurnalis Bambang Noroyono masih terputus total.
"Termasuk Bambang Noroyono yang berada di kapal tersebut (masih belum dapat dihubungi)," tambahnya.
Yvonne menekankan bahwa Indonesia mendesak Israel untuk segera menghormati hukum humaniter internasional dan melepaskan seluruh aktivis kemanusiaan.
Saat ini, Direktorat Pelindungan WNI Kemlu juga telah berkoordinasi dengan KBRI di Ankara, Kairo, dan Amman sebagai langkah kontingensi untuk memastikan keselamatan dan mempercepat proses pemulangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
-
Aksi Mahasiswa Dibatasi hingga UOB Plaza, Polda Metro Siagakan 9.242 Personel
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
Terkini
-
Daftar HP Samsung yang Tak Lagi Dapat Security dan Android Update Tahun Ini
-
Rupiah Takluk Lawan Dolar AS Hari Ini di Level Rp17.844
-
"Paket Santet" Hadirkan Teror Lewat Kiriman Online dan Dendam Masa Lalu
-
Detik-detik Kapolsek dan Danramil Cicalengka Dipukuli Peserta Karnaval, Pelaku Ditangkap
-
Perpres Ojol Masuk Tahap Finalisasi, DPR dan Pemerintah Masih Berkoordinasi
-
56 Ribu Anak Sleman Diskrining Kesehatan: Hipertensi, Prediabetes hingga Depresi Berat Ditemukan
-
Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah
-
Gus Yaqut Bantah Rugikan Negara! Kebijakan Kouta Haji Diklaim Jadi Penyelamat Fiskal
-
DPR Setuju Bahas RAPBN 2027, Anggaran MBG Jadi Sorotan
-
Pascagempa, Sejumlah Bandara di Flores Masih Batalkan Penerbangan