News / Nasional
Selasa, 19 Mei 2026 | 21:15 WIB
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurrachman. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia menyiagakan perwakilan RI untuk memantau, melindungi, dan memproses pemulangan WNI yang ditahan militer Israel di Mediterania.
  • Militer Israel menahan lima WNI dari misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan Siprus pada Mei 2026.
  • Kementerian Luar Negeri mendesak Israel segera membebaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan tersebut.

Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurrachman memastikan bahwa pemerintah dalam kondisi siaga dalam penanganan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditahan tentara Israel.

Dudung menyampaikan perwakilan pemerintah Republik Indonesia melakukan pendekatan kepada otoritas setempat guna memastikan akses transit dan proses kepulangan WNI dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian.

Ia berujar Indonesia juga telah bergabung dengan sembilan negara lain, yakni Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol dalam suatu pernyataan bersama yang mengutuk keras serangan Israel ke Global Sumud Flotilla.

"Dan perwakilan Republik Indonesia terkait senantiasa dalam posisi siaga untuk segera menindaklanjuti notifikasi dari otoritas setempat. Dan Kementerian Republik Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan RI terkait akan terus memantau perkembangan situasi, melakukan verifikasi posisi dan kondisi para warga negara Indonesia serta menyiapkan langkah perlindungan sesuai kebutuhan di lapangan," tutur Dudung di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (20/5/2026).

Dudung menyampaikan nerdasarkan informasi Kementerian Luar Negeri RI, dari sembilan WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia yang tergabung dalam misi tersebut, lima WNI Indonesia dilaporkan telah ditangkap.

Sementara empat WNI lainnya masih berada di kapal berbeda di sekitar perairan Siprus atau Mediterania Timur.

"Situasi di lapangan masih sangat dinamis. Keempat warga negara Indonesia yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan," kata Dudung

"Sehubungan dengan perkembangan tersebut, Kemlu telah melakukan koordinasi awal dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul, termasuk menyiapkan langkah antisipatif seperti penerbitan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) apabila paspor WNI disita serta dukungan medis apabila diperlukan," kata Dudung.

Desak Israel Bebaskan Seluruh Kapal dan Awak

Baca Juga: Kemenlu Ungkap Kondisi Kru WNI Korban Pembajakan di Somalia

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mendesak Israel segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan.

Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang menyampaikan kecaman keras dari pemerintah Indonesia terhadap tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.

"Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” kata Yvonne dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

Yvonne menegaskan bahwa hingga saat ini sedikitnya sepuluh kapal telah dikonfirmasi ditangkap termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), terdapat seorang Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Andi Angga Prasadewa yang berada di kapal Josef sebagai delegasi GPCI - Rumah Zakat.

Sementara itu, kapal yang membawa jurnalis Bambang Noroyono alias Abeng hingga saat ini masih terus diupayakan untuk dihubungi guna mengetahui status kapal, termasuk kondisi Bambang Noroyono di kapal tersebut.

Load More