- Militer Israel mencegat konvoi Global Sumud Flotilla di perairan Siprus pada Senin, 18 Mei 2026 demi menegakkan blokade laut.
- Pasukan Israel menangkap 500 aktivis termasuk sembilan warga Indonesia dan memindahkan mereka ke fasilitas penjara terapung segera setelahnya.
- Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan operasi tersebut dilakukan untuk menggagalkan upaya provokasi serta mendukung keamanan wilayah bagi Israel.
Suara.com - Militer Israel mulai mencegat kapal dalam konvoi kemanusia untuk Gaza, Global Sumud Flotilla, yang berlayar menuju Jalur Gaza dari Turki.
Operasi militer itu dilakukan di perairan dekat Siprus, Senin (18/5/2026) waktu setempat dengan puluhan aktivis dilaporkan termasuk 9 warga negara Indonesia (WNI) ditangkap dan dipindakan ke penjara terapung.
Media Israel, Ynet, melaporkan Angkatan Laut Israel telah menguasai sedikitnya 28 kapal dari total sekitar 50 kapal yang ikut dalam armada tersebut.
Konvoi itu diketahui membawa sekitar 500 aktivis pro-Palestina yang berusaha menembus blokade laut Gaza.
Rekaman siaran langsung yang dibagikan para aktivis di media sosial memperlihatkan pasukan Israel naik ke atas kapal dengan senjata terhunus.
Dalam tayangan itu, sejumlah aktivis tampak membuang telepon genggam mereka ke laut saat operasi berlangsung.
Pemerintah Israel mengklaim aksi militer itu untuk mencegah kapal lain untuk membatalkan pelayaran ke Gaza.
Sementara itu, PM Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan memantau langsung operasi militer tersebut.
Netanyahu menyebut bahwa misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla sebagai aksi provokasi.
Baca Juga: Pejabat Israel Ungkap 9 WNI dan Aktivis Global Sumud Flotilla Dibawa ke Penjara Terapung
“Kami sedang menggagalkan rencana provokatif untuk menembus blokade laut terhadap Hamas di Gaza,” kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, saat memantau operasi bersama pejabat militer Israel.
Israel juga menegaskan armada tersebut memiliki keterkaitan dengan organisasi IHH, kelompok Turki yang pernah terlibat dalam insiden Mavi Marmara pada 2010.
Pemerintah Israel menuding misi itu bertujuan mendukung Hamas dan mengganggu agenda perdamaian kawasan.
Israel menegaskan tidak akan mengizinkan kapal mana pun menembus blokade laut Gaza yang telah diberlakukan selama bertahun-tahun.
Sementara itu, juru bicara armada Global Sumud Flotilla menuding Israel melakukan pelanggaran hukum internasional.
Mereka mengklaim kontak dengan sedikitnya 23 kapal sempat hilang setelah operasi pencegatan dimulai.
“Kami memperkirakan Israel akan mencoba menghentikan armada ini dan mencegah blokade Gaza ditembus,” kata perwakilan flotilla kepada media Al-Araby.
Berita Terkait
-
Pejabat Israel Ungkap 9 WNI dan Aktivis Global Sumud Flotilla Dibawa ke Penjara Terapung
-
Media Turkiye Soroti Langkah Hukum Indonesia usai WNI Ditahan Israel di Global Sumud Flotilla
-
DPR Desak Pemerintah Jamin Keselamatan 9 WNI yang Ditangkap Militer Israel
-
Kedubes Palestina Kutuk Israel usai Cegat Konvoi Global Sumud Flotilla ke Gaza
-
Akui Tak Bisa Nego Langsung dengan Israel, Pemerintah Gandeng Pihak Ketiga Bebaskan 9 WNI
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya