- Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mendesak Kemenlu segera menangani penangkapan sembilan WNI oleh otoritas Israel di Gaza.
- Kesembilan WNI yang ditangkap termasuk empat jurnalis tersebut sedang melaksanakan misi kemanusiaan di wilayah konflik tersebut.
- Pemerintah diminta memastikan kondisi keselamatan para WNI agar keluarga di tanah air mendapatkan kepastian serta ketenangan.
Suara.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Saan Mustopa, meminta pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu) segera mengambil tindakan nyata guna membantu sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap otoritas Israel.
Sembilan WNI tersebut, termasuk empat di antaranya jurnalis, merupakan bagian dari misi kemanusiaan menuju Gaza.
Ia menekankan pentingnya kehadiran negara dalam melindungi warganya yang tengah menghadapi masalah di luar negeri.
“Ya, pertama tentu kita berharap ya, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, pemerintah ya, untuk ya bisa berusahalah ya, membantu untuk menyelesaikan terkait dengan penangkapan WNI kita di Israel itu," kata Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Saan meyakini pemerintah Indonesia tidak akan tinggal diam dan akan memberikan perhatian serius terhadap kasus penangkapan tersebut.
“Jadi, saya yakin pemerintah juga akan menaruh perhatian yang besar terhadap warga negara kita," lanjutnya.
Lebih lanjut, Saan meminta pemerintah segera memberikan kepastian mengenai kondisi para delegasi Indonesia tersebut agar pihak keluarga di tanah air mendapatkan ketenangan.
“Ya tentu pertama memastikan keberadaan kedua WNI itu dalam keadaan selamat ya, aman, itu penting juga untuk memastikan. Supaya keluarga yang dari kedua WNI juga tenang ya," ujarnya.
Baca Juga: Kedubes Palestina Kutuk Israel usai Cegat Konvoi Global Sumud Flotilla ke Gaza
Berita Terkait
-
Kedubes Palestina Kutuk Israel usai Cegat Konvoi Global Sumud Flotilla ke Gaza
-
Akui Tak Bisa Nego Langsung dengan Israel, Pemerintah Gandeng Pihak Ketiga Bebaskan 9 WNI
-
Besok Prabowo Hadiri Sidang Paripurna DPR, Ini Agendanya
-
Ace Hasan: Pemerintah Akan Tempuh Jalur Diplomatik untuk Bebaskan Jurnalis RI yang Ditahan Israel
-
Militer Israel Tangkap 4 Jurnalis Indonesia, Fauqi Hapidekso: Langgar HAM dan Hukum Internasional!
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Jamuan Rakyat di 40 Titik Jakarta Jadi Upaya Pemerintah Dekatkan Layanan kepada Masyarakat
-
Jay Idzes Gigit Jari Saat Sassuolo Lolos Coppa Italia 2026
-
Pelatih yang Pernah Berselisih dengan Messi Semaput Kena Tempeleng Istri
-
Bukan Korban KMP Putri Yasmin, Jenazah di Pelabuhan Lembar Ternyata Buruh Bongkar Muat
-
Masjid Agung An-Nur Pare, Bangunan Modern yang Kental dengan Arsitektur Jawa
-
Panduan Rute Palembang - Singapura via Jakarta: Transit Mulus Tanpa Ribet
-
Lepas WN Malayia? Facundo Garces Dicatat sebagai Pemain Argentina oleh Deportivo Alaves
-
Korban Gempa NTT Dievakuasi via Helikopter ke Labuan Bajo
-
WNA India Produksi Emas Ilegal hingga 30 Kg Sehari, Sahroni Minta Pembeking Diusut
-
WN India Garong Emas RI 30 Kg Sehari, Sahroni Desak Polri Usut Sosok Beking di Baliknya