- Presiden Prabowo menyoroti kesulitan nelayan mengakses solar dan es batu dalam pidatonya di DPR RI, Rabu (20/5/2026).
- Pemerintah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pembangunan infrastruktur pendukung yang memadai di berbagai wilayah pesisir seluruh Indonesia.
- Target program mencakup pembangunan 5.000 desa nelayan dalam tiga tahun dengan menyediakan instalasi es batu serta SPBU khusus.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menyoroti kaum nelayan yang kesulitan di tengah mahalnya harga bahan bakar solar, dalam pidato terbarunya di hadapan DPR RI, Rabu (20/5/2026).
Prabowo mengakui prihatin atas fakta di lapangan, yang menunjukkan betapa sulitnya nelayan kecil mengakses kebutuhan dasar untuk melaut, mulai dari es batu hingga solar.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan Indonesia adalah negara dengan kekayaan alam luar biasa, yang seharusnya bisa dirasakan langsung dampaknya oleh rakyat kecil, termasuk mereka yang menggantungkan hidup di lautan.
Paradoks Negara Kaya
Prabowo memulai pidatonya dengan memaparkan data mengenai potensi ekonomi Indonesia yang sangat besar.
Namun, ia menyayangkan adanya ketimpangan antara potensi tersebut dengan realitas kesejahteraan para nelayan di berbagai daerah.
Ia menekankan, menjalankan amanat konstitusi bukan sekadar retorika, melainkan tanggung jawab nyata untuk mengelola sumber daya alam demi kemakmuran rakyat.
"Sesudah saya melihat data angkanya, saya lihat sunggu betapa besar kekayaan Indonesia. Saya semakin yakin dengan menjalankan UUD 45, ada masa depan yang lebih baik untuk rakyat. Saya yakin, pemerintah dan seluruh patriot akan mendukung bila bumi, air dan seluruh kekayaan alam di dalamnya harus dinikmati seluruh rakyat," kata Prabowo.
Kondisi miris yang ditemukan di lapangan menjadi pemantik bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi besar-besaran.
Baca Juga: Prabowo Beberkan Postur RAPBN 2027, Begini Rinciannya
Prabowo menyoroti bagaimana nelayan yang merupakan pahlawan protein bangsa justru tidak mendapatkan perlindungan dan fasilitas yang memadai saat melaut.
"Kita ingin petani tersenyum cerah karena panennya banyak dan nilainya wajar. Kita ingin nelayan yang mempertaruhkan nyawa demi menghasilkan protein bagi kita, bisa pergi melaut dengan aman serta peralatan baik," kata Prabowo.
Fokus utama Prabowo tertuju pada dua kendala klasik namun krusial: es batu untuk pengawetan ikan dan ketersediaan solar.
Tanpa es batu yang cukup, kualitas tangkapan nelayan menurun drastis sebelum sampai ke pasar, yang berujung pada jatuhnya harga jual.
Sementara itu, kelangkaan solar membuat banyak nelayan tidak bisa melaut atau harus membeli dengan harga tinggi di pasar gelap.
"Tapi sekarang ini, nelayan-nelayan kesulitan mendapat es batu. Ya begitu, es batu saja sulit, apalagi solar," kata dia.
Berita Terkait
-
Prabowo Beberkan Postur RAPBN 2027, Begini Rinciannya
-
Prabowo: Rakyat Tidak Bermimpi Hidup Kaya Raya, tapi Mimpi Bisa Hidup Layak
-
Singgung Perang di Eropa hingga Timteng, Prabowo Beri Alasan Ingin Hadir di Rapat Paripurna DPR
-
Prabowo Bacakan Langsung KEM-PPKF RAPBN 2027, Bikin Anggota DPR 'Girang'
-
Prabowo Patok Rupiah Hingga Rp 17.500/USD di RAPBN 2027
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan