News / Nasional
Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:27 WIB
Ilustrasi dapur MBG. [Antara]
Baca 10 detik
  • Badan Gizi Nasional menyerap 1,28 juta tenaga kerja untuk menyalurkan makanan bergizi kepada 62,45 juta penerima manfaat di Indonesia.
  • Program ini melibatkan 142.387 pemasok lokal, termasuk UMKM dan koperasi, untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan yang besar secara berkelanjutan.
  • Operasional 29.225 unit pelayanan gizi di seluruh Indonesia berhasil menggerakkan ekonomi rakyat serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat luas.

Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menyerap 1,28 juta tenaga kerja yang terlibat langsung di 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Para pekerja tersebut bertugas menyiapkan makanan bergizi bagi 62,45 juta penerima manfaat yang terdiri dari peserta didik, balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan santri.

Selain itu, program MBG juga disebut mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal melalui rantai pasok bahan pangan dan distribusi makanan. BGN mencatat hingga 22 Mei 2026, terdapat 142.387 pemasok yang terlibat dalam program tersebut.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 59.921 berasal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), 13.306 dari koperasi, 690 dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), 1.410 dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan 157 dari Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma).

Kemudian, 66.903 pemasok lainnya berasal dari berbagai kategori penyedia bahan pangan dan jasa pendukung lainnya.

BGN juga mengeklaim program MBG turut menggerakkan ekonomi rakyat dari hulu hingga hilir dengan menciptakan permintaan bahan pangan dalam jumlah besar secara berkelanjutan.

“Sebagai contoh, satu SPPG membutuhkan sekitar 200 kilogram (kg) beras per hari atau setara 4,8 ton per bulan untuk memenuhi 3.000 porsi MBG. Selain itu, satu SPPG juga membutuhkan sekitar 2.800 ekor ayam per bulan, dengan asumsi menu ayam disajikan dua kali dalam sepekan,” demikian dikutip dari keterangan resmi BGN pada Sabtu, (22/5/2026).

Lebih lanjut, BGN juga mencatat setiap SPPG membutuhkan sekitar 450 liter susu per hari untuk memenuhi 3.000 porsi MBG, dengan masing-masing penerima memperoleh 150 mililiter susu per sajian.

Hal itu sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengungkapkan bahwa program MBG telah membuka sekitar 1,2 juta lapangan kerja baru melalui operasional dapur SPPG.

Baca Juga: Tembus Rp4 Triliun! BRI Banjarmasin Jadi Motor Penggerak UMKM di Kalimantan

“Dari MBG saja kita sudah buka 1,2 juta lapangan kerja baru di dapur-dapur. Dan kita pastikan pasar terjamin, offtake terjamin untuk puluhan juta petani kita, peternak kita, dan nelayan kita,” kata Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, Rabu (20/5/2026).

Load More