Foto / News
Kamis, 21 Mei 2026 | 19:17 WIB
Pegiat HAM yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban untuk saat mengikuti aksi kamisan ke-908 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pegiat HAM yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban untuk saat mengikuti aksi kamisan ke-908 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pegiat HAM yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban untuk saat mengikuti aksi kamisan ke-908 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pegiat HAM yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban untuk saat mengikuti aksi kamisan ke-908 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Beragam poster dalam aksi kamisan ke-908 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pegiat HAM yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban menulis pesan perubahan saat mengikuti aksi kamisan ke-908 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pegiat HAM yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan menaburkan bunga saat aksi kamisan ke-908 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pegiat HAM yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban menggambar karikatur saat mengikuti aksi kamisan ke-908 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Relawan dari berbagai elemen memajang plakat tulisan dan poster dalam aksi solidaritas bagi WNI dan jurnalis yang diculik Israel di Jakarta, Kamis (21/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pegiat HAM yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban untuk saat mengikuti aksi kamisan ke-908 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Aksi Kamisan ke-908 kali ini bertepatan dengan peringatan 28 tahun Reformasi Mei 1998 dengan membawa tema “Menguatnya Militerisasi, Matinya Demokrasi, dan Munculnya Krisis Ekonomi”.

Ratusan peserta aksi dari keluarga korban pelanggaran HAM, mahasiswa, dan aktivis membawa payung hitam serta poster tuntutan pencabutan UU TNI hingga penuntasan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu.

Dalam aksi tersebut peserta juga menyampaikan solidaritas kepada aktivis KontraS Andrie Yunus serta menilai reformasi mengalami kemunduran di tengah meningkatnya represivitas terhadap masyarakat sipil. [Suara.com/Alfian Winanto]

Load More