News / Nasional
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:39 WIB
Aksi Kamisan ke-908 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026, dalam aksi tersebut peserta menyampaikan pesan menyentuh kepada aktivis KontraS, Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras oleh aparat TNI. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Peserta Aksi Kamisan ke-908 di depan Istana Merdeka mengirimkan surat dukungan kepada aktivis Andrie Yunus pada 21 Mei 2026.
  • Aksi ini memperingati 28 tahun runtuhnya Orde Baru dengan menyoroti isu militerisasi, krisis demokrasi, serta krisis ekonomi global.
  • BEM UI turut menyampaikan duka cita melalui karangan bunga atas matinya reformasi di bawah pemerintahan rezim Prabowo Subianto.

Suara.com - Surat untuk Andire Yunus tertulis melalui pena-pena yang digoreskan para peserta Aksi Kamisan ke-908 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Lewat tulisan tangan, mereka mengucapkan rasa terima kasih dan dukungan bahwa rakyat sipil selalu berada di sisi Andrie Yunus.

Surat itu dimasukan ke dalam kotak, untuk selanjutnya disampaikan untuk dibaca langsung Andrie Yunus.

"Sebelumnya, terima kasih sudah berjuang sejauh ini ya Kak," tulis salah satu sepucuk surat.

Penulis mengutarakan permintaan maaf untuk kesalahan yang tidak pernah diperbuat.

"Maaf karena rupayanya negara yang sedang diperjuangkan justru jadi instrumen yang mengkhianati," tulis surat yang akan diberikan langsung kepada Wakil Koordinator KontraS tersebut.

Tertulis di penghujung surat tersebut, dukungan serta doa kepada Andrie Yunus agar Tuhan meringankan setiap langkah dalam upaya penyembuhan luka.

"Namun, satu hal, kami sebagai sipil akan selalu berjuang di sisi mu ya Kak," bunyi surat tersebut.

Aksi Kamisan ke-908 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026, dalam aksi tersebut peserta menyampaikan pesan menyentuh kepada aktivis KontraS, Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras oleh aparat TNI. (Suara.com/Novian)

Aksi Kamisan yang sekaligus memperingati 28 tahun runtuhnya Orde Baru ini turut menyuarakan isu-isu terkini, semisal penculikan aktivis kemanusiaan asal Indonesia oleh zionis Israel.

Baca Juga: Ketua FMN di Aksi Kamisan: Jika Rezim Terus Menghisap Rakyat, Prabowo Akan Dijauhkan oleh Rakyat

Mengangkat tema 28 Tahun Reformasi, Aksi Kamisan menyoroti menguatnya militerisasi, matinya demokrasi, dan munculnya krisis ekonomi global.

Gundukan tanah menyerupai pusara dengan taburan kembang di atas dengan nisan bertulisan "RIP Reformasi" diletakan di lokasi aksi.

Spanduk-spanduk berisikan tuntutan mulai dari persoalan kemanusiaan di Gaza, hingga matinya reformasi #REFORMATI turut dibentangkan.

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) ikut bergabung dalam Aksi Kamisan.

Melalui aksi simboliknya di Aksi Kamisan, BEM UI membawa serta karangan bunga ucapan duka cita.

"Turut Berduka Cita atas Matinya Reformasi oleh Rezim Prabowo Subianto. Rakyat Indonesia yang Kecewa". Bunyi karangan bunga bertuliskan BEM UI 2026.

Load More