News / Nasional
Kamis, 28 Mei 2026 | 20:57 WIB
Gedung Polda Metro Jaya yang berlokasi di Jalan Sudirman, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. ANTARA/Ilham Kausar
Baca 10 detik
  • Sejumlah calon jemaah melaporkan PT Hanania Travel ke Polda Metro Jaya pada 28 Mei 2026 atas dugaan penipuan umrah.
  • Pelapor berinisial NN melaporkan pemilik travel, Ahmad Syah Farhan, karena gagal memberangkatkan jemaah meski pembayaran telah dilunasi sejak Maret.
  • Kasus ini mencakup kerugian ratusan juta rupiah akibat manajemen keuangan internal buruk serta kegagalan perusahaan memenuhi janji pengembalian dana.

“Dia juga mengaku bahwa memang ada miss di manajemennya dia, sehingga dia tidak mampu memberangkatkan mayoritas dari kami,” beber Joko.

Joko mengatakan, saat itu Farhan mengakui, jika kondisi finansial perusahaan sudah bermasalah sejak 2025.

Namun perusahaan tetap membuka pendaftaran jemaah baru dengan harapan keuntungan dari pemberangkatan berikutnya dapat menutup kekurangan sebelumnya.

“Dia ada miss keuangan di internalnya Hanania sendiri, tapi dia nekat tetap buka open jemaah untuk pemberangkatan 2026 dengan harapan surplus dari pemberangkatan 2026 itu bisa menutup dosa dia di 2025, tapi ternyata tidak,” jelas Joko.

Para jemaah mulai kehilangan kepercayaan setelah janji refund maupun penjadwalan ulang keberangkatan tak kunjung jelas.

Mereka menilai sejumlah surat pernyataan yang sebelumnya dibuat juga tidak dipenuhi pihak travel.

“Kita udah enggak mau dia bikin surat perjanjian sih, karena yang di Syawal udah bikin surat perjanjian juga meleset juga,” kata Joko.

Adapun, Joko memprediksi nilai kerugian para korban cukup besar, jumlahnya bervariatif tergantung jumlah anggota keluarga yang didaftarkan. Bahkan ada satu keluarga yang disebut mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

“Ada satu keluarga tadi sampai Rp700 juta. Ada yang satu keluarga habis Rp500 juta karena dia 18 orang,” jelas Joko.

Baca Juga: Motif di Balik Riset Fiktif Peneliti WNI di Denmark

Salah satu korban lainnya, Monica mengaku, dirinya mengalami kerugian hingga Rp95,5 juta untuk keberangkatan bersama suaminya.

Biaya tersebut termasuk paket premium, upgrade kamar, hingga tambahan jasa dokumentasi perjalanan.

“Saya Rp95 juta untuk dua orang, dua pax, tapi upgrade kamar,” kata Monica.

Monica mengaku tertarik menggunakan jasa Hanania Travel karena promosi di media sosial dan rekomendasi dari sejumlah pengguna sebelumnya.

Paket perjalanan yang ditawarkan juga dinilai lebih murah dibanding travel lain dengan tambahan destinasi seperti Dubai dan Turki.

“Paket-paket umrah, iya banyak paketnya. Paket Dubai, Turki, segala macam,” tandasnya.

Load More