- Arab Saudi dan Iran terlibat rivalitas panjang akibat perbedaan mazhab Sunni dan Syiah serta sistem pemerintahan.
- Kedua negara memperebutkan pengaruh dominan di Timur Tengah melalui dukungan terhadap kelompok proksi di berbagai konflik.
- Kekhawatiran terhadap program nuklir dan ancaman keamanan fasilitas minyak mendorong Arab Saudi tetap membatasi hubungan dengan Iran.
Saudi sendiri pernah menyatakan bahwa jika Iran memiliki bom nuklir, mereka juga akan mengejar kemampuan yang sama. Kerajaan ini juga sangat mendukung kebijakan "maximum pressure" terhadap Iran yang diterapkan AS di masa lalu.
Selain itu, serangan Iran terhadap fasilitas minyak Saudi, seperti di Abqaiq tahun 2019, memperdalam ketidakpercayaan.
Serangan drone dan rudal Houthi yang kerap menyasar wilayah Saudi semakin memperkuat persepsi bahwa Iran adalah ancaman langsung terhadap kedaulatan dan ekonomi Saudi.
Faktor Ekonomi dan Aliansi Internasional
Sebagai dua produsen minyak terbesar di OPEC, keduanya sering bersaing dalam kebijakan harga minyak.
Iran yang sering terkena sanksi cenderung mendorong produksi tinggi untuk mendapatkan pendapatan, sementara Saudi lebih berhati-hati menjaga stabilitas harga demi kepentingan Vision 2030-nya.
Di tingkat internasional, Saudi adalah sekutu dekat Amerika Serikat dan Barat, meski hubungan sempat tegang.
Iran justru anti-AS dan mendekatkan diri dengan Rusia serta China. Perbedaan ini membuat Saudi sulit mendukung Iran dalam forum internasional.
Upaya Rekonsiliasi dan Realitas yang Sulit
Baca Juga: Dugaan Skandal Harga Tiket Piala Dunia 2026, Pengamat: FIFA Menakut-nakuti Penonton
Pada 2023, kedua negara sempat mencapai kesepakatan rekonsiliasi yang dimediasi China, di mana mereka sepakat membuka kembali kedutaan besar.
Namun, ketegangan tetap tinggi, terutama setelah eskalasi konflik Israel-Hamas dan serangan langsung Iran ke Israel.
Saudi lebih memilih mendekatkan diri dengan Israel secara diam-diam melalui normalisasi hubungan demi menghadapi ancaman bersama dari Iran.
Arab Saudi tidak mendukung Iran bukan karena kebencian buta, melainkan karena perhitungan strategis yang matang. Perbedaan ideologi (Sunni-Syiah), perebutan hegemoni regional, kekhawatiran terhadap program nuklir, serta pengalaman konflik proksi membuat Riyadh melihat Teheran sebagai rival utama.
Selama Iran terus memperluas pengaruhnya melalui milisi bersenjata dan ambisi nuklir, sulit bagi Arab Saudi untuk mengubah sikapnya menjadi dukungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok