News / Nasional
Minggu, 31 Mei 2026 | 11:43 WIB
Gunung Ciremai terlihat dari Ladang Penduduk (Twitter/@blankoncoklat)
Baca 10 detik
  • Warga lereng Gunung Ciremai menuding proyek panas bumi kini kembali beroperasi secara senyap meski telah mendapat penolakan.
  • Aktivitas mencurigakan meliputi pembangunan jalan akses menuju lokasi pengeboran serta pembelian lahan besar-besaran berdalih pengembangan sektor pariwisata.
  • Masyarakat khawatir proyek strategis nasional berkapasitas 150 megawatt ini akan mengancam ketersediaan air di kawasan Gunung Ciremai.

"Masih direncanakan. Tapi kita berhasil menolak," ujarnya saat menjelaskan perkembangan proyek tersebut.

Meski demikian, ia menilai kepentingan ekonomi yang besar membuat proyek itu terus berupaya dijalankan.

"Ada satu WKP atau satu tambang itu emang kapasitasnya gede, 150 megawatt yang di Ciremai. Berarti kalau untuk ngomongin kapital, untung. Pasti akan dikejar kan?" katanya.

El juga mempertanyakan minimnya ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat terdampak.

Menurutnya, warga selama ini tidak pernah benar-benar ditanya mengenai kebutuhan dan harapan mereka terhadap pengelolaan energi di wilayahnya.

"Kan sejauh ini nggak ada pertanyaan, 'Kamu maunya apa sih? Kamu butuhnya apa?' Kan selama ini nggak terjalin komunikasi itu," ujarnya.

Ia berharap pemerintah lebih mengutamakan pemberdayaan masyarakat dan kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya alam di kawasan pegunungan.

"Kearifan lokal, biar dia menjaga ekosistemnya dengan caranya. Itulah energi sesungguhnya kan sebenarnya?" kata El. (Dinda Pramesti K)

Baca Juga: Kepala LAB 45: Saat Ini Sedang Berlangsung Dwifungsi ABRI yang Halus, Tapi Sulit Dilawan

Load More