- Warga lereng Gunung Ciremai menuding proyek panas bumi kini kembali beroperasi secara senyap meski telah mendapat penolakan.
- Aktivitas mencurigakan meliputi pembangunan jalan akses menuju lokasi pengeboran serta pembelian lahan besar-besaran berdalih pengembangan sektor pariwisata.
- Masyarakat khawatir proyek strategis nasional berkapasitas 150 megawatt ini akan mengancam ketersediaan air di kawasan Gunung Ciremai.
"Masih direncanakan. Tapi kita berhasil menolak," ujarnya saat menjelaskan perkembangan proyek tersebut.
Meski demikian, ia menilai kepentingan ekonomi yang besar membuat proyek itu terus berupaya dijalankan.
"Ada satu WKP atau satu tambang itu emang kapasitasnya gede, 150 megawatt yang di Ciremai. Berarti kalau untuk ngomongin kapital, untung. Pasti akan dikejar kan?" katanya.
El juga mempertanyakan minimnya ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat terdampak.
Menurutnya, warga selama ini tidak pernah benar-benar ditanya mengenai kebutuhan dan harapan mereka terhadap pengelolaan energi di wilayahnya.
"Kan sejauh ini nggak ada pertanyaan, 'Kamu maunya apa sih? Kamu butuhnya apa?' Kan selama ini nggak terjalin komunikasi itu," ujarnya.
Ia berharap pemerintah lebih mengutamakan pemberdayaan masyarakat dan kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya alam di kawasan pegunungan.
"Kearifan lokal, biar dia menjaga ekosistemnya dengan caranya. Itulah energi sesungguhnya kan sebenarnya?" kata El. (Dinda Pramesti K)
Baca Juga: Kepala LAB 45: Saat Ini Sedang Berlangsung Dwifungsi ABRI yang Halus, Tapi Sulit Dilawan
Berita Terkait
-
Kepala LAB 45: Saat Ini Sedang Berlangsung Dwifungsi ABRI yang Halus, Tapi Sulit Dilawan
-
Penjajahan Gaya Baru? PSN Papua Berpotensi Singkirkan Warga Lokal
-
Lahan Papua Cuma Dihargai Rp300 Ribu, Yorrys Raweyai: Itu Tidak Manusiawi
-
Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus
-
Mama Sinta Berbalik Dukung Food Estate Papua Selatan, Akui Kecewa Pernah Dimanfaatkan
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Membedah Modus Sindikat Judol: Incar Petani dan IRT Jadi Penampung Rekening, Cuma Dibayar Rp100 Ribu
-
Melasma Tak Sama dengan Flek Biasa, Kenali Pemicunya yang Ternyata Bukan Hanya Sinar Matahari
-
Tuchel Bela Diri Usai Inggris Dibungkam Argentina: Lolos Semifinal Piala Dunia Sudah Prestasi
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Ketua FKDM Deli Serdang Dicopot Gegara Pesan 'Turunkan Prabowo' Saat Bahas Kelangkaan BBM
-
Ibu Tiri Usia 19 Tahun di Bekasi Siksa Anak Sambungnya Hingga Tewas
-
IESR Ungkap Tiga Kunci Percepatan Investasi Energi Surya di Indonesia, Apa Saja?
-
Liburan dengan Miles Jadi Tren, Pengeluaran Sehari-hari Kini Bisa Jadi Modal Bepergian
-
5 Rekomendasi Facial Wash Jepang untuk Kulit Putih dan Bersih
-
Modus Ternak Rekening Judol Libatkan Petani hingga IRT, Dugaan Keterlibatan Bank Perlu Diusut