News / Nasional
Senin, 01 Juni 2026 | 21:17 WIB
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. [Suara.com/Novian]
Baca 10 detik
  • Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya merespons kritik Dino Patti Djalal mengenai frekuensi dan biaya lawatan luar negeri Presiden Prabowo.
  • Teddy menegaskan kelebihan biaya perjalanan ditanggung pribadi oleh Presiden serta jumlah delegasi telah dipangkas hingga lebih dari separuh.
  • Pemerintah menjelaskan bahwa kunjungan dilakukan demi membangun hubungan strategis antar pemimpin dunia di tengah kondisi global yang dinamis.

Suara.com - Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya buka suara merespons sejumlah saran dari Dino Patti Djalal terkait kritik terhadap lawatan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai terlalu sering dan menghabiskan biaya besar.

Respons tersebut disampaikan Teddy melalui keterangan video yang diunggah di akun Instagram Sekretariat Kabinet.

"Bicara diplomasi berarti bicara hasil. Manfaat nyata bagi bangsa. Kritik dan masukan itu penting. Ruang untuk kritik dan masukan selalu terbuka," tulis Teddy dalam keterangan unggahannya, Senin (1/6/2036).

"Tetapi jangan mengaburkan fakta dari mereka yang sedang bekerja. Mereka yang tengah berjuang bersama membawa kepentingan bangsa di panggung dunia," sambung Teddy.

Sementara itu, dalam pernyataan di video, Teddy menjelaskan bahwa keterangan tersebut dibuat untuk menjawab masukan dari Dino sekaligus meluruskan sejumlah hal.

"Mohon izin menjawab masukan dari Bapak Dino. Saya mau luruskan beberapa hal. Sebelumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri, walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan," tutur Teddy.

Teddy menjelaskan mengenai biaya perjalanan dinas luar negeri Prabowo yang sebelumnya dinilai menghamburkan anggaran besar. Ia menegaskan bahwa seluruh kelebihan biaya ditanggung secara pribadi oleh Prabowo.

"Jadi yang pertama, masalah biaya bila ke luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali, jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," kata Teddy.

Teddy kemudian menjawab soal jumlah rombongan yang mendampingi lawatan Prabowo. Ia menegaskan bahwa jumlah delegasi yang ikut jauh berkurang dibandingkan periode sebelumnya.

Baca Juga: Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

"Kemudian yang kedua, jumlah rombongan. Ini sangat penting, jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran, lebih dari separuh, dari periode sebelumnya," kata Teddy.

Teddy bahkan menyebut pada masa Dino menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri, jumlah rombongan dalam kunjungan luar negeri bisa mencapai lebih dari 120 orang. Sementara pada era Prabowo, jumlah delegasi yang ikut telah dipangkas.

"Jadi kalau dulu itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang, zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50-60 orang maksimal. Ini sudah banyak yang tahu, termasuk juga wartawan-wartawan pasti tahu itu semua," kata Teddy.

Sebelumnya, melalui kritiknya, Dino menyoroti lawatan Prabowo yang kerap dilakukan secara spontan. Dino meminta Seskab Teddy atau Menteri Luar Negeri Sugiono mengumumkan agenda tersebut setidaknya satu pekan sebelum keberangkatan.

Menanggapi hal itu, Teddy menjelaskan bahwa terdapat agenda-agenda yang bersifat mendesak.

"Kemudian yang ketiga, jadwal harus 1 tahun sebelumnya. Jadi gini, perkembangan dunia global itu sangat dinamis, hari per hari. Nah, jadi ada jadwal tahunan, dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara," kata Teddy.

Load More