- Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Jalan Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat, pada Senin malam, 1 Juni 2026.
- Musibah ini menghanguskan banyak rumah serta mengakibatkan warga harus mengungsi di tenda darurat tanpa bantuan memadai.
- Para korban, termasuk Nileh dan Sila, kini kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat peristiwa kebakaran tersebut.
Saat ditanya mengenai rencana relokasi, ia memilih untuk tetap bertahan di tanah kelahirannya karena belum ada kejelasan mengenai ganti rugi rumah.
Demi tetap tinggal di sana, ia berencana mendirikan tenda darurat sendiri di atas puing-puing rumahnya sembari mengumpulkan modal untuk berdagang kembali setelah situasi membaik.
Sedang Tidur Saat Api Membara
Sila, seorang anak perempuan berusia 12 tahun, bercerita dirinya masih ingat ketika pada Januari 2025 kebakaran hebat menghanguskan sekitar 200 rumah di ujung kawasannya.
Kini, pada 2026, ia harus kembali menyaksikan musibah serupa melanda tempat tinggalnya.
Malam itu, Senin (1/6/2026), sekitar pukul 19.30 WIB, Sila baru saja selesai belajar dan sempat bersantai sambil mengobrol bersama teman-temannya di teras kayu depan rumah.
Sekitar pukul 20.30 WIB, sang tante langsung membangunkan Sila yang saat itu sedang beristirahat di dalam rumah. Saat itu, api sudah berjarak tiga rumah dari tempat tinggalnya.
Sila mengajak Suara.com melihat kondisi rumahnya yang sudah hangus terbakar.
"Terus aku tiduran di situ sampai jam setengah 8. Jam setengah 9, tante ngomongin aku. Katanya ada kebakaran," katanya sembari menunjuk kasur tempat ia tidur yang kini hanya menyisakan pegas, tertimbun reruntuhan atap kayu.
Anak yang tengah duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar ini bercerita, di tengah kobaran api, ayahnya menggendong adiknya untuk keluar menyelamatkan diri, sementara Sila berlari mengikuti mereka.
Baca Juga: Kebakaran Kemayoran Hanguskan 304 Bangunan, Rano Karno: Listrik Harus Dijaga!
Sang tante sempat tertinggal di dalam rumah demi menyelamatkan beberapa barang, yang mengakibatkan kakinya terluka akibat terkena paku atau kayu.
Beruntung, ayah Sila memiliki dua unit rumah yang dibeli sejak 2023. Rumah yang saat ini terbakar merupakan bangunan kos dan kontrakan yang dihuni bersama om dan tantenya, sementara rumah mereka yang satu lagi—masih di kawasan permukiman yang sama—selamat dari amukan si jago merah.
Barang-barang di rumahnya seperti baju, lemari, dan televisi hangus terbakar karena tidak sempat dievakuasi. Rumah neneknya yang berada di seberang rumah, berjarak sekitar tiga rumah dari tempat tinggalnya, juga dilahap api.
Meski begitu, Sila bersyukur buku-buku pelajarannya aman dan hanya tertinggal satu buku saja. Ia menunjukkan botol minum yang dibawa sehari-hari ke sekolah sudah hangus terbakar.
"Nggak, bukunya ketinggalan satu doang di situ," kata Sila dengan nada lega soal buku pelajarannya yang berhasil diselamatkan.
Kini, Sila bersama orang tua dan adiknya tinggal di rumah kedua mereka yang selamat, sementara tantenya harus dirawat karena luka di kaki akibat musibah tersebut.
"Aku udah ngantuk tapi terpaksa masih ngeliatin (kebakaran) karena tadi pengen merem (tapi) pada berisik," jelasnya menggambarkan kesulitan beristirahat selama kebakaran.
Reporter: Cornelius Juan Prawira
Berita Terkait
-
Kebakaran Kemayoran Hanguskan 304 Bangunan, Rano Karno: Listrik Harus Dijaga!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kebon Kosong: 3 Warga Terluka, Suparno Dirujuk ke RSCM usai Rumah Ludes
-
Rumah Ludes Dalam Sekejap, 620 Warga Korban Kebakaran Kebon Kosong Mengungsi
-
Kebakaran Kebon Kosong Kemayoran: 250 Rumah Hangus, Ratusan Warga Kini Mengungsi di Tenda Darurat
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Kepala BGN Diganti, Dasco: DPR Apresiasi Pemerintah Dengar Aspirasi Rakyat
-
Profil Wakil Kepala BGN Baru Agustina Arumsari
-
Pemerintah Copot Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN, Anggota Komisi IX DPR: Pergantian Yang Wajar
-
Bukan Cuma Dadan Hindayana, Prabowo Juga Copot Dua Wakil Kepala BGN
-
Prabowo Turun Tangan, Korban Kebakaran Kemayoran Dapat Uang Tunai dan Sembako
-
Pagi Dampingi Prabowo, Malam Dicopot: Nasib Tragis Dadan Hindayana di BGN
-
Megawati Apresiasi Panen Jagung GNTI, Produktivitas Disebut Lampaui Metode Konvensional
-
Bobby Nasution Ajak Kolaborasi Total Berantas Narkoba, Siap Dukung Anggaran BNNP
-
Ribuan Ikan Mati Mengambang di Karawang, Warga Diminta Jangan Konsumsi
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!