- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya merespons kritik diplomat Dino Patti Djalal terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo.
- Perdebatan muncul karena perbedaan latar belakang antara Teddy sebagai perwira militer dan Dino selaku diplomat senior berpengalaman.
- Saling lempar argumen tersebut memicu sorotan publik terhadap efektivitas kunjungan luar negeri Presiden dibandingkan dengan perspektif diplomatik nasional.
Meskipun benar ia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) selama kurang lebih tiga bulan pada akhir masa jabatan SBY, kontribusinya di dunia internasional terus berlanjut melalui Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) yang ia dirikan pada 2015, sebuah organisasi yang fokus meningkatkan literasi publik mengenai hubungan internasional, geopolitik, dan diplomasi.
Kiprah Dino dalam membedah isu global di tanah air tak pernah surut, baik melalui forum diskusi maupun publikasi kebijakan.
Ia dikenal vokal dalam memberikan perspektif strategis mengenai hubungan bilateral dengan negara-negara besar, perkembangan di ASEAN, hingga pergeseran geopolitik di zona Indo-Pasifik.
Perspektif Berbeda
Perdebatan antara Teddy dan Dino mencerminkan pertemuan dua perspektif berbeda. Teddy, dengan latar belakang militer dan operasionalnya, melihat kunjungan luar negeri Presiden Prabowo sebagai langkah strategis yang efisien.
Sementara Dino, dengan kacamata diplomat senior dan akademisnya, mengedepankan evaluasi kritis terhadap efektivitas dan dampak jangka panjang bagi kepentingan nasional. (Reporter: Tsabita Aulia)
Berita Terkait
-
Bak Bumi dan Langit, Kekayaan Seskab Teddy vs Dino Patti Djalal Jomplang Banget
-
Teddy Klaim Prabowo Pakai Dana Pribadi untuk Kunjungan Luar Negeri, Celios: Buktinya Mana?
-
Klaim Investasi Seskab Teddy Dipreteli Guntur Romli: Menyesatkan Publik
-
Tak Sesuai Fakta, Seskab Teddy Dinilai Overclaim Soal Nilai Investasi Buah Diplomasi Prabowo
-
Sorot Transparansi Biaya Lawatan Prabowo, CELIOS Ingatkan Risiko Penggunaan Kocek Pribadi
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
Terkini
-
Penyidik Kejagung Masuk Kantor BGN Sejak Dini Hari, Penggeledahan Masih Berlangsung Tertutup
-
BPPTKG Kerahkan Ekskavator, Area Terduga Sumber Gas Penyebab Kebakaran Misterius di Sleman Dibongkar
-
Siapa Lodewyk Pusung? Eks Petinggi BGN yang Diperiksa Kejagung, Ini Profilnya
-
Tak Ada Tuntutan Pecat Bagi 4 Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Cuma Dituntut Ringan, Ternyata Ini Alasan di Balik Nasib 4 TNI Penyerang Andrie Yunus
-
Profil Sony Sonjaya, Eks Wakil Kepala BGN yang Dicopot Prabowo
-
'Pulau Sampah' Kembali Muncul di Muara Angke, Greenpeace Desak Jakarta Benahi Sistem dari Sumber
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Mengapa Asap Kebakaran Permukiman Bisa Berbahaya bagi Kesehatan Meski Api Sudah Padam?