News / Nasional
Rabu, 03 Juni 2026 | 12:44 WIB
Kolase Seskab Teddy Indra Wijaya dan Dino Patti Djalal [Suara.com/Kolase Kanal Seskab dan Australia Awards Indonesia]
Baca 10 detik
  • Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya merespons kritik diplomat Dino Patti Djalal terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo.
  • Perdebatan muncul karena perbedaan latar belakang antara Teddy sebagai perwira militer dan Dino selaku diplomat senior berpengalaman.
  • Saling lempar argumen tersebut memicu sorotan publik terhadap efektivitas kunjungan luar negeri Presiden dibandingkan dengan perspektif diplomatik nasional.

Meskipun benar ia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) selama kurang lebih tiga bulan pada akhir masa jabatan SBY, kontribusinya di dunia internasional terus berlanjut melalui Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) yang ia dirikan pada 2015, sebuah organisasi yang fokus meningkatkan literasi publik mengenai hubungan internasional, geopolitik, dan diplomasi.

Kiprah Dino dalam membedah isu global di tanah air tak pernah surut, baik melalui forum diskusi maupun publikasi kebijakan.

Ia dikenal vokal dalam memberikan perspektif strategis mengenai hubungan bilateral dengan negara-negara besar, perkembangan di ASEAN, hingga pergeseran geopolitik di zona Indo-Pasifik.

Perspektif Berbeda

Perdebatan antara Teddy dan Dino mencerminkan pertemuan dua perspektif berbeda. Teddy, dengan latar belakang militer dan operasionalnya, melihat kunjungan luar negeri Presiden Prabowo sebagai langkah strategis yang efisien.

Sementara Dino, dengan kacamata diplomat senior dan akademisnya, mengedepankan evaluasi kritis terhadap efektivitas dan dampak jangka panjang bagi kepentingan nasional. (Reporter: Tsabita Aulia)

Load More