- Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menyatakan dukungan teguh bagi Kuba untuk menghadapi tekanan politik dan ekonomi Amerika Serikat.
- Pernyataan solidaritas tersebut disampaikan Lavrov melalui telegram resmi kepada Raul Castro pada hari Rabu dalam rangka memperingati ulang tahunnya.
- Kebijakan sanksi ekonomi Amerika Serikat telah menyebabkan krisis energi serta menghambat layanan publik vital bagi masyarakat di negara Kuba.
Suara.com - Tekanan politik dan ekonomi yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Kuba mendapat respons tegas dari Rusia.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menegaskan negaranya akan terus berdiri di belakang Havana untuk menghadapi berbagai bentuk tekanan dan intervensi asing.
Sikap tersebut menjadi bentuk solidaritas Moskow di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang berdampak pada kehidupan masyarakat Kuba.
Pernyataan dukungan itu disampaikan Lavrov pada Rabu saat memperingati ulang tahun ke-95 mantan Presiden Kuba, Raul Castro.
"Di tengah tekanan eksternal yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap rakyat Kuba, kami sekali lagi menyampaikan solidaritas dan dukungan kami yang teguh," kata Lavrov.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui telegram resmi yang dikirimkan kepada Raul Castro.
Lavrov juga menegaskan bahwa kemitraan strategis Rusia dan Kuba akan terus diperkuat di masa mendatang.
Menurutnya, Moskow dan Havana akan terus bekerja sama untuk mempererat hubungan bilateral sekaligus mendorong terbentuknya tatanan dunia multipolar yang lebih adil.
Dalam pesannya, Lavrov turut mengenang sejumlah pertemuannya dengan Raul Castro yang disebut selalu berlangsung secara terbuka dan penuh makna.
Baca Juga: Prabowo Beri Perlakuan Khusus Buat Donald Trump di Aturan Devisa Hasil Ekspor
Ia juga mendoakan agar tokoh revolusioner Kuba itu senantiasa diberikan kesehatan, ketabahan, dan kesejahteraan.
Krisis Kuba dan Tekanan Amerika Serikat
Kondisi dalam negeri Kuba memang tengah menghadapi berbagai tantangan akibat memburuknya hubungan dengan Amerika Serikat.
Pemerintah di Washington terus meningkatkan tekanan politik dan ekonomi terhadap Havana melalui berbagai kebijakan sanksi.
Puncaknya terjadi pada Januari lalu ketika Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan tarif terhadap impor dari negara-negara yang memasok minyak ke Kuba.
Trump juga mengumumkan status darurat nasional yang dikaitkan dengan dugaan ancaman terhadap keamanan nasional Amerika Serikat.
Serangkaian kebijakan tersebut memperparah krisis bahan bakar yang telah melanda Kuba dalam beberapa waktu terakhir.
Kelangkaan energi berdampak pada operasional pembangkit listrik, sistem transportasi, rantai pasok pangan, hingga layanan kesehatan dan pendidikan.
Kondisi tersebut membuat Rusia kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung Kuba di tengah tekanan ekonomi dan politik yang terus meningkat, demikian Antara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
Terkini
-
Penggeledahan Belum Rampung, Tim Kejagung Masih Periksa Kantor BGN
-
Energi Terbarukan Kian Murah, Mengapa Masih Sulit Berkembang di Indonesia?
-
Prabowo Sering ke Luar Negeri, Dasco Pasang Badan: Strategi Presiden Dinamis, Tak Bisa Dibatasi
-
Danantara Disorot! Minim Transparansi Jadi Celah Korupsi dan Gerus Kepercayaan Investor
-
Dasco Tegaskan Revisi UU Pemilu Jadi Inisiatif DPR, Komisi II Segera Gelar Pembahasan
-
Pertahanan Udara Bahrain Rontokkan 3 Rudal Iran, Situasi Teluk Persia Memanas
-
Jangan Cuma Elite, DPR Desak Rakyat Dilibatkan Jadi Mitra SPPG
-
Usai Dadan Dicopot, Kejagung Geledah Kantor BGN, Istana: Mari Kita Tunggu Hasil Kerja Jaksa
-
Pemakaman Ali Khamenei Digelar Juni, Jutaan Pelayat dari Berbagai Negara Diperkirakan Hadir
-
Sahroni: Anggaran BGN Jumbo, Pejabat Jadi Gelap Mata