- Dosen UMY Fajar Junaedi mengkritik gaya komunikasi reaktif dan emosional pihak Istana terhadap kritik Dino Patti Djalal.
- Respons defensif Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dinilai menggeser substansi isu diplomasi menjadi polemik tidak produktif.
- Komunikasi yang cenderung emosional tersebut berisiko mengikis kepercayaan publik serta menutupi capaian kinerja pemerintahan Presiden Prabowo.
"Setiap kali elite saling serang, kepercayaan publik perlahan terkikis. Yang tadinya melihat pemerintahan sebagai pemimpin, kini mulai melihatnya sebagai arena adu mulut," ucapnya.
Kritik dari tokoh berpengalaman seperti Dino Patti Djalal seharusnya diperlakukan sebagai masukan yang dapat memperkaya kebijakan pemerintah.
Sehingga respons yang diberikan semestinya lebih terbuka dan berbasis data, bukan balasan bernuansa personal.
Menurutnya, pemerintah dapat merespons kritik melalui mekanisme yang lebih institusional, seperti konferensi pers, briefing resmi, atau forum diskusi langsung.
Dengan cara itu, kritik dapat diolah menjadi ruang dialog yang konstruktif sekaligus memperkuat narasi pemerintahan di mata publik.
"Publik ingin melihat pemimpin yang tenang, visioner, dan lebih sibuk bekerja daripada sibuk berdebat," tegasnya.
Fajar menegaskan bahwa komunikasi politik yang efektif pada akhirnya bukan ditentukan oleh siapa yang paling keras atau paling cepat membalas kritik.
Ia berharap pejabat publik dapat menghadirkan komunikasi yang lebih menenangkan, edukatif, dan mampu membangun kepercayaan masyarakat dalam jangka panjang.
"Kita butuh komunikasi publik dari pejabat yang lebih dewasa, yang mendidik, menenangkan, dan meyakinkan rakyat. Bukan yang menambah daftar drama harian di layar ponsel mereka," tandasnya.
Baca Juga: Usai Dadan Dicopot, Kejagung Geledah Kantor BGN, Istana: Mari Kita Tunggu Hasil Kerja Jaksa
Berita Terkait
-
Usai Dadan Dicopot, Kejagung Geledah Kantor BGN, Istana: Mari Kita Tunggu Hasil Kerja Jaksa
-
Viral! Momen Luhut Binsar Panjaitan Cubit Pipi Teddy Indra Wijaya Bikin Gemas Warganet
-
Duel Rekam Jejak Teddy Indra Wijaya vs Dino Patti Djalal, Prajurit Kopassus Lawan Diplomat LSE
-
Nanik Jadi Kepala BGN, Istana: Tak Perlu Tunggu Seremoni, Langsung Kerja!
-
Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Korupsi MBG, Kejagung Telusuri Ribuan SPPG yang Diduga Terafiliasi Dadan Hindayana
-
Wamen Imigrasi Silmy Karim Diburu KPK Terkait OTT, Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA?
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Gubernur Ahmad Luthfi Ingin Pemerataan Pendidikan di Lereng Gunung Sumbing dan Merbabu
-
Jadi Tersangka Korupsi MBG, Berapa Harta Kekayaan Dadan Hindayana?
-
KPK Sita Deretan Kendaraan Mewah dari OTT Imigrasi Jakbar, Ada Triumph hingga Mercy
-
Selain Mark-up Motor hingga Sepatu MBG, Dadan Cs Diduga Loloskan SPPG Tak Penuhi Syarat
-
Bongkar Gurita Korupsi MBG! Kejagung Temukan Banyak Yayasan SPPG Dadan Cs di Seluruh Indonesia
-
Penampakan Bandara Internasional Kuwait Luluh Lantak Dihantam Drone Iran
-
Donald Trump Beberkan Alasan Maki Benjamin Netanyahu Orang Gila