- Kejaksaan Agung menggeledah kantor Badan Gizi Nasional di Jakarta Pusat selama 15 jam pada Rabu, 3 Juni 2026.
- Penyidik menyita dokumen dan barang bukti terkait dugaan korupsi jual beli titik layanan Program Makan Bergizi Gratis.
- Kepala serta dua wakil Kepala Badan Gizi Nasional resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh pihak Kejaksaan.
Suara.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengakhiri penggeledahan di kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 17.18 WIB. Proses penggeledahan berlangsung selama kurang lebih 15 jam.
Pantauan di lokasi, sejumlah penyidik Kejagung terlihat keluar dari lobi gedung BGN sambil membawa satu kotak kontainer dan beberapa berkas yang kemudian dimasukkan ke dalam sebuah mobil.
Setelah itu, rombongan penyidik meninggalkan kantor BGN menggunakan tiga kendaraan.
Meski demikian, tidak ada satu pun penyidik yang memberikan keterangan kepada awak media terkait hasil penggeledahan tersebut.
Diketahui, Kejagung mulai melakukan penggeledahan di kantor BGN sejak Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Penggeledahan sempat dilakukan di lantai 2, 3, dan 8 gedung tersebut.
Namun, sejak siang hari, penyidik memfokuskan pemeriksaan di lantai 2 yang merupakan area ruang pimpinan BGN.
Penggeledahan ini dilakukan hanya beberapa jam setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakil kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.
Ketiganya kini telah berstatus tersangka dalam perkara yang ditangani Kejaksaan Agung dan langsung ditahan.
Status tersangka mereka diketahui setelah keluar dari Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) dengan mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda khas Kejaksaan Agung.
Baca Juga: Nasib Dadan Hindayana dan Kontroversi Pengadaan Motor Listrik Rp 2 Triliun
Dadan, Sony, dan Lodewyk ditahan usai menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Jampidsus.
Mereka diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi terkait praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut melibatkan sejumlah pihak di lingkungan BGN.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
Terkini
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Kenapa Sulit Berhenti Merokok? Dokter Sebut Gejala Sakau Jadi Musuh Terbesar
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Tiga Santri Diduga Disiram BBM dan Dibakar, Satu Tewas
-
KPK Akan Telusuri Aliran Uang Rp 3,5 Miliar dari Waskita Karya ke Ketum Hipmi Akbar Buchari
-
DPR Usul Kepemilikan Klub Sepak Bola oleh Polri Diatur Demi Jaga Netralitas
-
Misteri Api Sleman: Ahli UPN Petakan Bawah Permukaan Rumah, Selidiki Jalur Gas Rahasia
-
Usai Dadan Dicopot, Belasan Karangan Bunga Berdatangan ke Kantor BGN
-
Dosen PPPK Resmi Diarahkan Menjadi PNS, Ini Mekanismenya
-
Komunikasi Istana Dinilai Kehilangan Arah, Publik Jenuh dengan Drama Elite