- Dosen Binus, Muhammad Reza Syarifuddin Zaki, memperingatkan potensi kudeta gaya baru melalui infiltrasi militer ke ruang sipil Indonesia.
- Keterlibatan militer dalam sektor pangan dan pembangunan dinilai mendistorsi tata kelola serta mengabaikan penguatan kapasitas profesional sipil.
- Peningkatan peran militer di institusi sipil berisiko melemahkan supremasi sipil dan mengganggu keseimbangan kekuasaan dalam tata negara demokrasi.
Suara.com - Dosen Hukum Bisnis Universitas Binus, Muhammad Reza Syarifuddin Zaki, memperingatkan potensi kudeta gaya baru seiring meluasnya peran militer di ruang sipil.
Reza menilai gejala ini terlihat dari pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP) hingga keterlibatan tentara dalam sektor pangan dan pembangunan.
Peringatan tersebut disampaikan dalam diskusi publik di Jakarta yang membahas arah kebijakan pertahanan nasional.
Menurut Reza, situasi ini menunjukkan adanya distorsi dalam tata kelola negara, di mana militer tidak lagi terbatas pada fungsi pertahanan.
“Publik berharap ada supremasi sipil yang kuat. Tapi yang terjadi sekarang justru ruang-ruang sipil pelan-pelan diambil alih militer,” ujarnya.
Reza menilai kondisi ini berpotensi menghidupkan kembali pola lama seperti dwifungsi ABRI.
Reza juga menyoroti rencana penambahan puluhan ribu personel militer serta pembangunan batalyon baru dalam beberapa tahun ke depan.
Kebijakan tersebut dinilai berpotensi mengambil alih peran sektor sipil yang selama ini ditangani kementerian teknis.
“Negara seperti terlihat malas membangun kapasitas sipil. Padahal kita dijanjikan jutaan lapangan kerja, tapi justru rekrutmen militer yang diperluas,” katanya.
Baca Juga: Deretan Ulah Oknum TNI Disorot! Desakan Kembalikan Militer ke Fungsi Pertahanan Menguat
Reza mempertanyakan efektivitas anggaran besar yang digelontorkan untuk fungsi yang dinilai tumpang tindih.
Menurutnya, sektor seperti pertanian, kesehatan, dan pembangunan seharusnya diperkuat melalui tenaga profesional sipil, bukan pendekatan militer.
Dalam forum itu, Reza juga menyinggung dugaan kasus korupsi di lembaga sipil yang melibatkan eks personel militer.
Reza menegaskan latar belakang militer tidak otomatis menjamin tata kelola yang transparan.
“Tidak ada jaminan bahwa mereka yang berasal dari militer otomatis punya transparansi yang baik saat mengelola anggaran sipil,” ujarnya.
Ia turut membandingkan dengan tren global di sejumlah negara yang mengalami penguatan militer dalam politik.
Berita Terkait
-
Deretan Ulah Oknum TNI Disorot! Desakan Kembalikan Militer ke Fungsi Pertahanan Menguat
-
Ngeri! Mahasiswi UNP dan Warga Kena Peluru Nyasar Latihan Militer, Proyektil Bersarang di Paha
-
Menang Praperadilan, Kuasa Hukum Andrie Yunus Desak Polda Metro Jaya Tarik Berkas dari Puspom TNI
-
5 Anggota SEVENTEEN Umumkan Jadwal Wamil, OT13 Ditargetkan Kembali 2028
-
Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
Terkini
-
Hotman Paris Mundur Jadi Pengacara Febrie Adriansyah, Alasan Kena Saraf Kejepit
-
Satgas PPKPT Pastikan Kampus Jadi Ruang Aman dari Kekerasan dan Perundungan
-
Bedak OMG untuk Kulit Sawo Matang Nomor Berapa? Ini Rekomendasi Shade agar Tidak Abu-Abu
-
6 Warna Bedak Make Over yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
-
Siapa yang Paling Dirugikan Jika Perang AS - Iran Makin Besar dan Meluas?
-
AHY Bilang Truk Odol Biang Kerok Jalanan Rusak, RI Harus Keluar Duit Rp40 T Setiap Tahun
-
Status 3.600 PPPK Paruh Waktu Dinkes DKI Masih Menggantung, NRK Belum Juga Terbit
-
Bukan Sekadar Pakai Kacamata, Ini Cara Memperlambat Perkembangan Mata Minus pada Anak
-
Mobil Listrik Termurah Harga Berapa? Ini 5 Rekomendasi yang Bisa Kamu Beli di Indonesia
-
Pria Ditemukan Duduk Membungkuk Meninggal Dalam Kamar Hotel di Pekanbaru