- Dosen Binus, Muhammad Reza Syarifuddin Zaki, memperingatkan potensi kudeta gaya baru melalui infiltrasi militer ke ruang sipil Indonesia.
- Keterlibatan militer dalam sektor pangan dan pembangunan dinilai mendistorsi tata kelola serta mengabaikan penguatan kapasitas profesional sipil.
- Peningkatan peran militer di institusi sipil berisiko melemahkan supremasi sipil dan mengganggu keseimbangan kekuasaan dalam tata negara demokrasi.
Menurutnya, pola yang muncul kini bukan lagi kudeta terbuka, melainkan infiltrasi bertahap ke institusi sipil.
“Strateginya sekarang bukan kudeta dengan tank di jalan. Militer masuk perlahan melalui regulasi dan posisi strategis,” kata Reza.
Ia mengingatkan, tekanan ekonomi dan meningkatnya pengangguran dapat memperbesar risiko terhadap demokrasi jika ruang sipil terus menyempit.
Reza menilai kondisi ini bisa mengganggu keseimbangan kekuasaan dalam negara.
Selain itu, ia mengkritik arah pembangunan pertahanan yang dinilai menjauh dari modernisasi alat utama sistem persenjataan.
Menurutnya, fokus militer seharusnya pada penguatan teknologi dan kapasitas pertahanan, bukan urusan sektor sipil.
“Kalau semua persoalan diselesaikan dengan tentara, sekalian saja negara ini dijadikan negara militer,” ujarnya.
Diskusi tersebut turut menghadirkan sejumlah akademisi dan pegiat masyarakat sipil.
Forum ini menjadi ruang kritik terhadap arah kebijakan pemerintah di tengah kekhawatiran meningkatnya peran militer dalam kehidupan sipil Indonesia.
Baca Juga: Deretan Ulah Oknum TNI Disorot! Desakan Kembalikan Militer ke Fungsi Pertahanan Menguat
Berita Terkait
-
Deretan Ulah Oknum TNI Disorot! Desakan Kembalikan Militer ke Fungsi Pertahanan Menguat
-
Ngeri! Mahasiswi UNP dan Warga Kena Peluru Nyasar Latihan Militer, Proyektil Bersarang di Paha
-
Menang Praperadilan, Kuasa Hukum Andrie Yunus Desak Polda Metro Jaya Tarik Berkas dari Puspom TNI
-
5 Anggota SEVENTEEN Umumkan Jadwal Wamil, OT13 Ditargetkan Kembali 2028
-
Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
5 Sepatu Lari Lokal Rp300 Ribuan, Kualitas Terbaik dengan Harga Bersahabat
-
DFSK E5 Plus Sudah Dirakit Lokal Jelang Peluncuran Resmi di GIIAS 2026
-
Investor Masih Senang Ambil Cuan, IHSG Tersungkur ke Level 6.300
-
Kejati Geledah Kantor Dinas Pendidikan Riau, Bawa Tiga Boks Dokumen
-
Krisis Air dan Perubahan Iklim Mengintai, Amdatara Desak Pabrik AMDK Segera Jadi Industri Hijau
-
Jakarta Mau Pungut Pajak Mobil Listrik, Penjualan Mobil Nasional Tetap Aman
-
Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Tanamkan Karakter dan Wawasan Anak
-
Gen Z dan Sertifikat Online: Investasi Skill atau Sekadar Koleksi?
-
BRI Gelontorkan Rp70 Juta untuk Korban Kebakaran Pasar Parluasan
-
PKB Soroti Penurunan Jumlah Santri, Ijtima Ulama Bahas Masa Depan Pesantren