- Paradigma keselamatan di industri harus segera berubah dari tindakan reaktif menjadi langkah preventif.
- "Ilusi kesiapsiagaan" akibat praktik kerja terkotak-kotak menjadi penyebab utama berulangnya insiden bencana lingkungan.
- Mahasiswa dan praktisi muda diwajibkan memiliki sertifikasi kompetensi resmi untuk pengelolaan lingkungan profesional.
Bagi Dr. Priyo Hadi, isu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta perlindungan lingkungan adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Ia memaparkan bahwa Emergency Preparedness System (Sistem Kesiapsiagaan Darurat) harus selalu terintegrasi dengan Environmental Management System (Sistem Manajemen Lingkungan).
"Kesiapsiagaan darurat yang adaptif bukan hanya menyelamatkan manusia dan alat, tapi juga melindungi lingkungan dan masa depan generasi yang akan datang," paparnya.
Untuk memutus rantai pola insiden yang berulang, pendekatan fundamental harus ditanamkan ke setiap elemen pekerja.
"Budaya safety itu benar-benar harus menjadi 'way of life'. Keselamatan kerja, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup adalah cara hidup kita," tambahnya.
Tuntutan Profesionalisme untuk Praktisi Muda
Menutup pemaparannya di hadapan para peserta seminar, Dr. Priyo Hadi memberikan pesan khusus, terutama bagi para mahasiswa dan calon praktisi muda yang kelak akan memegang kendali di dunia industri. Pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab menuntut standar kompetensi yang jelas dan diakui.
"Pengelolaan lingkungan itu harus dimulai dari awal sampai akhir. Teman-teman mahasiswa yang ingin mendapatkan SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah), harus punya sertifikat keahlian," imbaunya.
Ia mendorong mahasiswa UGM dan peserta lainnya untuk proaktif mencari pelatihan serta sertifikasi kompetensi resmi, misalnya melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). "
Sama seperti saya memiliki sertifikasi Pengawas Operasional Utama," pungkasnya memberikan referensi standar profesionalisme di lapangan.
Baca Juga: SPPG Diplesetkan 'Penjilat', Hasan Nasbi Kritik Pernyataan Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Kemenag: Jumlah Hewan Kurban Iduladha 2026 Tembus 2 Juta Ekor
-
Heboh Kabar Dana Program MBG Disetop, Badan Gizi Nasional Beri Penjelasan Tegas
-
Bukan Hanya MBG, Mensesneg Sebut Semua Program Pemerintah Bakal 'Dipelototi' Ketat
-
Kebakaran Pagi Buta di Cideng: 1 Orang Tewas, 6 Rumah Hangus
-
Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
-
Harmoni Industri Tambang dan Pertanian, Harita Nickel Perkuat Ekonomi Petani Pulau Obi
-
Stop MBG dan KDMP! Niluh Djelantik Bongkar Gaji Guru PAUD 'Dipotong' Demi Program Baru Pemerintah
-
Said Iqbal Masuk Radar Kabinet Prabowo, Ini Bocoran Jabatannya
-
Prabowo 'Pelototi' Proyek Robotik di Danantara, Ingin RI Kuasai Teknologi Masa Depan
-
Alarm '98 Jilid 2'! Noel Peringatkan Prabowo: Ada Konsolidasi Besar Gulingkan Pemerintah di Juni