- Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel pada 7 Juni 2026 sebagai bentuk pelaksanaan hak membela diri.
- Militer Israel membalas dengan serangan udara terhadap sejumlah fasilitas militer strategis di wilayah Iran sebagai respons tegas.
- Eskalasi konflik menyebabkan penerapan langkah darurat nasional serta pembatasan transportasi publik demi menjaga keamanan warga sipil Israel.
Suara.com - Situasi keamanan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah selatan dan tengah Israel.
Menurut laporan media Israel, Ynet, pihak militer mereka merespons dengan melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Iran.
Pihak Israel menegaskan bahwa sasaran yang diserang bukanlah infrastruktur energi, melainkan fasilitas militer strategis.
Laporan awal menyebutkan kerusakan terjadi pada beberapa bangunan di wilayah Samaria akibat jatuhnya proyektil atau serpihan hasil intersepsi.
Meski demikian, belum ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.
Untuk pertama kalinya sejak konflik kembali memanas, Iran dilaporkan menargetkan wilayah pusat dan selatan Israel secara langsung.
Sirene peringatan berbunyi di berbagai kota, memaksa warga segera berlindung di ruang aman.
“Setiap tembakan dari Iran akan dibalas dengan respons kuat,” demikian pernyataan otoritas Israel.
Pemerintah Israel juga memperingatkan bahwa serangan dari Lebanon akan dijawab dengan serangan ke wilayah Dahieh, basis kelompok Hizbullah.
Baca Juga: Iran Hujani Israel dengan Rudal, Jenderal Teheran Ancam Serangan Lebih Besar Jika Dibalas
Ketegangan semakin meningkat setelah kelompok Houthi dari Yaman juga dilaporkan meluncurkan rudal ke arah Israel.
Sistem pertahanan udara Israel diklaim berhasil mencegat sebagian besar ancaman yang masuk.
Pemerintah Israel memberlakukan langkah darurat, termasuk membatalkan kegiatan sekolah di seluruh negeri.
Transportasi publik juga dikurangi hingga 75 persen sebagai bagian dari kebijakan keamanan.
Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengeluarkan pernyataan resmi terkait eskalasi konflik terbaru di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer di wilayah utara Palestina yang diduduki pada Minggu malam, 7 Juni 2026.
Berita Terkait
-
Iran Hujani Israel dengan Rudal, Jenderal Teheran Ancam Serangan Lebih Besar Jika Dibalas
-
Anggota Parlemen Lebanon: Tanpa Hizbullah, Israel Sudah Caplok Negara Kami
-
Krisis Visa Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kapten Ehsan Hajsafi Pertanyakan Kinerja FIFA
-
Israel Balas Serang Iran, Ledakan Guncang Teheran
-
Iran Serang Target Militer di Palestina Utara, Kedubes di Jakarta Tegaskan Hak Bela Diri
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Update Korban Gempa Filipina: 19 Tewas, 12 Hilang, 100 Orang Luka-luka
-
Jakarta 'Bersih-bersih' Parkir Liar: 456 Pelanggaran Ditindak, 11 Jukir Liar Diciduk
-
Terima Surat Kepercayaan, 8 Dubes Negara Sahabat Tegaskan Komitmen di Depan Prabowo
-
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat: Ada Palestina, Filipina, hingga Saint Lucia
-
Anak Rentan Terpapar Bahaya Dunia Maya, Pemerintah Minta Orang Tua Jadi Pelindung
-
Istana Bantah Isu Reshuffle Besar-besaran, Prabowo Disebut Fokus Bekerja
-
KPK Tahan Bos Maktour dan Ketua Kesthuri dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Gowes 8.000 Km dari Iran ke Indonesia, Arezoo Eskandari Bawa Misi Perdamaian dan Bahasa Kebaikan
-
Kasus Silmy Karim Jadi Evaluasi, Menteri Imigrasi Akui Sistem Tak Cukup Tanpa Integritas
-
Jejak Uang Rp145,5 Miliar Kasus Imigrasi, KPK Temukan Aset Kripto Rp1,2 Miliar