- BRIN meragukan limbah pemotongan ayam di Sleman menjadi penyebab kebakaran rumah karena sistem pengelolaannya bersifat terbuka.
- Peneliti UGM menduga kebakaran dipicu oleh akumulasi gas hidrogen dan fosfin yang terbentuk dari material organik limbah.
- BRIN akan melakukan pengambilan sampel gas untuk menganalisis penyebab pasti fenomena kebakaran langka di dalam rumah tersebut.
Suara.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meragukan dugaan bahwa fenomena kebakaran misterius di rumah warga Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Sleman, DIY, dipicu limbah pemotongan ayam.
Peneliti BRIN menilai gas dari limbah organik semestinya langsung terlepas ke atmosfer dan tidak terakumulasi hingga memicu kebakaran spontan di dalam rumah.
Diketahui, rumah milik Agus dan Mutfiana itu memang digunakan untuk usaha pemotongan ayam sejak 16 tahun silam.
Pada penelitian terakhir dari Tim Peneliti Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) keluarnya api berasosiasi dengan gas hidrogen.
Selain gas hidrogen, peneliti menduga terdapat keterlibatan gas fosfin (PH3) yang dalam kondisi tertentu dapat memicu pembakaran spontan.
Adapun gas fosfin itu, yang diduga bisa terbentuk dari material yang kaya fosfat seperti tulang dan bagian keras dari bulu ayam.
Peneliti dari Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Hari Soekarno, mengaku telah melakukan survei awal dan berdiskusi dengan sejumlah peneliti UGM terkait dugaan gas yang memicu kebakaran.
Namun, ia menilai kemungkinan gas berasal dari pengolahan limbah pemotongan ayam tergolong kecil.
"Kalau saya melihat dari instalasi limbah pemotongan ayam, kemungkinan bahwa itu adalah dari dekomposisi organik menurut saya tidak ya," kata Hari ditemui di lokasi, Senin (8/6/2026).
Baca Juga: Terkuak! Ada Retakan Bawah Tanah Sedalam 20 Meter di Balik Teror Api Sleman
"Tetapi kalau kami melihat dari instalasi limbahnya, seandainya terbentuk gas fosfin pun menurut saya sudah akan lepas ke atmosfer ya, gitu," sambungnya.
Menurutnya, sistem pengelolaan limbah di lokasi tersebut bersifat terbuka. Sehingga apabila terbentuk gas, seharusnya gas langsung lepas ke udara dan tidak terperangkap di rumah warga.
"Dia (pengelolaan limbahnya) bukan tertanam di dalam tanah ya. Seandainya terbentuk gas, dia sudah akan lepas ke atmosfer," paparnya.
Namun ia tak menutup kemungkinan kemunculan gas tersebut dari sumber lain di luar limbah pemotongan ayam.
Hari menegaskan keberadaan gas di lokasi tetap menjadi fakta yang harus dijelaskan secara ilmiah.
Oleh sebab itu, BRIN akan mencoba mengambil sampel gas langsung dari ruangan yang kerap mengalami kebakaran untuk dianalisis lebih lanjut.
Berita Terkait
-
Terkuak! Ada Retakan Bawah Tanah Sedalam 20 Meter di Balik Teror Api Sleman
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Jadi Kasus Langka, Peneliti UGM Beberkan Hasil Penelitian Kebakaran Misterius Sleman
-
Pakai AI untuk Lambang Negara, BRIN Terjebak Kesalahan Fatal yang Tak Termaafkan?
-
Seminar KAGAMA HSE UGM 2026: Bahaya 'Ilusi Kesiapsiagaan' Industri yang Ancam Lingkungan
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Otto Hasibuan Digugat! Jabatan Wamenko dan Ketum PERADI Dinilai Tabrak Putusan MK
-
'Kita Kerjakan Bersama', Terkuak Rapat Gelap 4 Anggota BAIS TNI Sebelum Siram Air Keras Andrie Yunus
-
Sita Uang Ratusan Juta Saat OTT, KPK Bawa Bupati Muara Enim ke Jakarta Besok
-
Ismail Menangis, Asrul Bertongkat: Dua Bos Travel Resmi Ditahan KPK Kasus Kuota Haji
-
KPK Dalami Fakta Sidang Raffi Ahmad Titip iPhone 17 dari AS, Siap-siap Diperiksa?
-
KPK Ungkap Fakta Raffi Ahmad Titip Barang di Blueray Cargo Terkait Kasus Bea Cukai
-
Bantah Terlibat, DWP Tegaskan Tak Pernah Promosikan Whip Pink
-
Aksi Kilat 2 Menit Terekam CCTV! Maling di Duren Sawit Viral Usai Sikat HP Korban Modus Beli Rokok
-
Detik-detik Bangunan Ambruk di Belakang Siswa, Video Gempa Filipina Bikin Merinding
-
Update Korban Gempa Filipina: 19 Tewas, 12 Hilang, 100 Orang Luka-luka